Soal Standar Keamanan Berkendara, Eropa masih Memimpin

Melongok Standar Keamanan Berkendara – Kita masih akan membahas soal keamanan berkendara. Setiap negara pun pasti punya standar keamanan berkendara. Standar tersebut pun ternyata memiliki “bobot” yang berbeda, di masing-masing negara.

fitur kemanan berkendara

Saat ini, masalah keselamat berkendara terbesar sedang dialami oleh negara yang terkenal dengan industri film Bollywoodnya—India. Ternyata, di negara tersebut belum ada regulasi ketat soal standar kemanan kendaraan yang berlaku. Bahkan, negara terpadat kedua di dunia ini, masih menjadi basis produksi dan menjual kendaraan yang mendapat julukan “perangkap mematikan” bagi penggunanya.

Setelah India, kita bergeser ke China. Negara tersebut menjadi pusat perhatian dunia sekitar satu dekade lalu, setelah industri otomotifnya mulai bergejolak. Pada saat itu, mobil-mobil lokal buatan China banyak menjadi sorotan. Mobil-mobil tersebut dianggap tidak aman,  karena tidak memenuhi standar internasional. Tapi, lambat laun para produsen mobil lokal di China mulai belajar soal standar keselamatan Eropa. Hal ini pun sempat dikaitkan dengan ambisi China untuk ikut bersaing menjadi pabrikan kelas dunia.

Namun memang tak bisa dipungkiri, kalau Eropa merupakan contoh yang baik untuk urusan keselamatan berkendara. Bahkan, beragam standar keamanan wajib ditetapkan Uni Eropa untuk kendaraan. Jadi tak perheran jika hal tersebut menjadikan mobil disana lebih aman untuk manusia. Perkembangan terbaru soal keselamatan berkendara disana menyebutkan, ada aturan baru yang mewajibkan seluruh mobil yang dijual di Eropa mengaplikasikan teknologi panggilan darurat mulai Maret 2018. Hal ini akan digunakan jika terjadi kecelakaan di jalan. Engan peraturan tersebut, otomastis seluruh mobil yang dipasarkan di 28 negara Uni Eropa wajib memenuhi persyaratan ini.

Menyinggung soal hal tersebut, sebenarnya, beberapa pabrikan mobil sudah melengkapi teknologi ini pada produk yang dipasarkan. Hal tersebut bisa dilihat pada  General Motors (GM) yang menggunakan fitur OnStar. Sistem ini memberikan layanan darurat jika dibutuhkan dan berlaku di Amerika Serikat serta Kanada. GM Eropa mengaku bakal segera mengeluarkan kelengkapan untuk fitur OnStar,pada dua merek binaannya–Opel dan Vauxhall. Nantinya, fitur tersebut bakal diberlakukan di 13 negara, termasuk Jerman, Inggris, Perancis, Italia, dan Spanyol, mulai Agustus 2015. Baca juga

 

Top