Berkendara Ribuan Kilometer Tanpa Sopir? Mau?

Mobil Otonom Akan Diuji Jarak Jauh –  Teknologi mobil tanpa sopir alias mobil otonom, nampaknya semakin hari, semakin menarik minat banyak pihak. Langkah-langkah besar terus dikembangkan, untuk menunjang terwujudnya mobil masa depan super canggih itu. Bahkan yang terbaru, mobil otonom kabarnya bakal bisa membawa anda bepergian jauh. Benar-benar tanpa sopir. Asyik kan? Seperti apa langkah-langkah yang diambil untuk mewujudkan hal tersebut?

mobil otonom uji  jarak jauh

Beberapa waktu lalu, Mas Sena sempat menginformasikan, bahwa beberapa negara sudah benar-benar welcome dengan mobil otonom. Terbukti, negara-negara seperti Inggris dan Dubai, sudah melakukan uji coba. Namun, uji coba tersebut memang baru ada pada tahap jarak dekat. Nah, Untuk mempercepat kemajuan mobil otonom, Delphi Automotive, mengirimkan Audi SQ5 yang telah dikonversi menjadi mobil kemudi otomatis dari San Fransisco ke New York City. Jaraknya sendiri lebih dari 5.600 km. Perjalanan tersebut sudah dimulai 22 Maret kemarin dan memakan waktu delapan hari.

Dalam perjalanannya, akan tetap ada penumpang manusia. Penumpang tersebut bertugas untuk mengamati dan mengambil alih kendali saat mobil berada di jalan sempit. Audi SQ5 yang diujikan itu, juga dilengkapi dengan empat radar jarak pendek, tiga kamera dan enam laser pengukur jarak. Sistem pendukung canggih itu, sama seperti yang ada pada sebagian mobil otonom lainnya.

Dengan menempuh jarak ribuan kilometer, perusahaan Delphi Automotive benar-benar ingin menguji kemampuan mobil otonom, untuk menempuh jarak yang sangat jauh. Jika pengujian berhasil, nantinya bukan mimpi lagi jika anda akan bisa bepergian kemana-mana dengan jarak yang begitu jauh, tanpa harus menggunakan sopir. Bakal sangat menghemat tenaga kan?

Selain diuji untuk perjalanan jarak jauh, dukungan untuk percepatan mobil canggih otonom, juga dilakukan oleh perusahaan pembuat chip komputer–Nvidia, melalui sebuah komputer eksperimental. Komputer tersebut  dirancang untuk memungkinkan mobil otonom belajar dari pengalamannya, bukan tergantung pada seperangkat aturan yang ditetapkan sistem. Dengan begitu, nantinya mobil otonom bakal menjadi lebih cerdas. Performanya bakal berjalan persis seperti ketika seorang sopir, menjadi lebih lihai berkendara, karena telah mempelajari jalanan melalui berbagai situasi.

Sebagai gambaran kecerdasan sistem pada mobil otonom yang direka oleh Nvidia, mobil akan bisa membedakan kebutuhan pengereman. Ia akan berhenti, jika tiba-tiba ada hewan melintas. Tapi, tidak untuk berhenti karena selembar kertas yang tertiup angin. Baca juga Mobil Otonom Kurangi Resiko Kecelakaan 90% dan Volvo Tengah Bersiap Menciptakan Mobil Tanpa Sopir.

 

Top