Hadapi Lemahnya Rupiah, Goodyear Tertolong Ekspor

Goodyear Tertolong Ekspor – Sudah tak bisa terelakkan lagi, bahwa situasi ekonomi Indonesia saat ini sedang tidak kondusif. Hal tersebut dikarenakan melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar Amerika. Keadaan itu jelas berdampak pada berbagai sektor, termasuk sektor otomotif. Kenaikkan harga pun tak terelakkan. Belum lama, Honda memunculkan sinyal untuk menaikkan harga sepeda motornya. Mas Sena juga telah membahas tentang lemahnya nilai tukar Rupiah, yang berimbas pada kenaikan harga Toyota New Rush.

hadapi lemahnya rupiah goodyear tertolong ekspor

Namun, kenaikan harga di dunia oto karena melemahnya Rupiah, ternyata tak terjadi pada unit-unit kendaraan saja. Komponen-komponen pendukung otomotif pun terkena imbasnya. Contohnya saja ban. Prudusen ban asal AS—Goodyear, yang memasarkan bannya lewat PT Goodyear Indonesia pun merasakan hal tersebut. Walaupun sudah memproduksi barang secara lokal, dengan komponen lokal pula, perusahaan ini masih menggunakan 60 persen material, yang harus didatangkan dari luar negeri. Maka tak heran, jika biaya produksi pun bertambah, ketika Rupiah ada pada taraf lemah. Pihak PT Goodyear Indonesia mengklaim, bahwa komponen lokal cukup membantu mereka menghadapi lemahnya nilai tukar Rupiah. Walaupun begitu, kenaikan harga ban memang tetap tak terelakkan.

“Dampaknya memang tidak terlalu besar, tapi ada. Kami sudah memproduksi secara lokal, hanya ada beberapa material yang harus dikirim dari luar negeri. Bahan baku itu yang harganya pasti naik dengan pelemahan rupiah,” jelas Wicaksono Soebroto, GM Korporasi dan Komunikasi Pemasaran PT Goodyear Indonesia.

Saat ini, total produksi ban oleh Goodyear Indonesia sendiri mencapai 10.000 ban per hari. Dari angka tersebut, 70 persennya disebar ke sekitar 56 negara. Sementara itu, sisa 30 persen yang ada dilepas ke dalam negeri. Prosentase ekspor yang tergolong besar itulah, yang akhirnya membantu Goodyear Indonesia untuk bertahan pada situasi ekonomi yang tak stabil, akibat melemahnya Rupiah. Hasil pengiriman ke luar negeri pun dianggap bisa menutup biaya produksi yang membengkak, karena komponen yang harus didatangkan dari luar negeri.

“Untungnya ekspor kami cukup besar, jadi masih seimbang. Sekarang ban Goodyear produksi Indonesia dikirimkan ke sekitar 56 negara, dan fokusnya ke Asia Pasifik,” ujar Wicaksono. Baca juga

Top