Ternyata, Mobil Autonomous Tingkatkan Risiko Mual

Mobil Tanpa Sopir Tingkatkan Risiko Mual – Baru-baru ini, kabar gembira dibawa oleh mobil canggih autonomous, atau mobil tanpa sopir. Mobil masa yang akan memadati jalanan masa depan ini, telah lolos subuah uju berkendara. Adalah Audi SQ5, mobil  autonomous yang sukses berjalan sejauh 5.472 km selama sembilan hari nonstop. Mobil tersebut dikemudikan murni tanpa kendali sopir , sepanjang 99 persen perjalanan. Hal itu pastinya menjadi kabar baik, ditengah usaha untuk terus mengembangkan mobil tanpa sopir. Namun di sisi lain, sebiah penelitian justru memberikan nilai minus kepada mobil tanpa sopir. Seperti apa?

mobil autonomous tingkatkan risiko mual

Jika sedang berkendara dengan mobil, apa anda masih sering mual alias mabok perjalanan? Jika iya, mungkin mobil autonomous adalah pilihan yang kurang tepat untuk anda. Sebuah studi dilakukan oleh dua mahasiswa dari Universitas of Michigan (UM), Michael Sivak dan Brandon Schoettle lah yang mengungkapkan hal itu. Mereka menemukan bahwa  mobil autonomous atau auto pilot meningkatkan risiko mual atau mabok perjalanan.

Advertisement

Dalam penelitian itu, Michael Sivak dan Brandon Schoettle melakukan riset pada  3.200 responden orang dewasa dari berbagai negara. Responden sendiri merupakan orang-orang dari berbagai negara, seperti  Amerika Serikat, Jepang, China, India, Australia dan Inggris. Semua responden diberi pertanyaan yang sama, salah satunya ialah: “apa yang akan mereka lakukan di dalam mobil autonomous  atau auto pilot?”

Hasilnya, lebih dari sepertiga orang Amerika menjawab membaca, nonton film atau TV, bekerja atau bermain game. Sementara itu, 50 persen responden dari India juga menjawab hal yang sama, 40 persen dari China, 26 sampai 30 persen dari Jepang, Australia, dan inggris.

Jika dikonversi dalam persen, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa enam sampai 12 persen orang dewasa di Amerika diperkirakan akan mengalami mual, bila sedang berada di dalam mobil tersebut yang sedang berjalan. Hal itu berdasarkan laporan Universitas of Michigan, yang juga mengungkap bahwa  60 persen orang Amerika akan tidur, ngobrol atau menonton di dalam mobil. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkecil rasa mual.

Namun, anda yang memang pada dasarnya sering mengalami mabok perjalanan, tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Menurut Michael Sivak dan Brandon Schoettle,  untuk mengurangi reskio mual sebaiknnya mobil tanpa sopir memasangkan jendela berukuran besar. Bangku yang ada pun, seharusnya didesain untuk dapat  ditidurkan. Dengan desain yang demikian, maka akantercipta suasana santai, tanpa mabok perjalanan. Baca juga Mobil Tanpa Sopir Tempuh Ribuan Kilometer dan Mobil Masa Depan : Tanpa Sopir.

 

Top