Harley Davidson “Cut” Pabrik Perakitannya di Indonesia

Harley Davidson Tutup Pabrik Perakitan di Indonesia – Jika kita menyebut moge alias motor gede, apa yang terlintas dalam pikiran Bro and Sist? Harley Davidson? Yak…!!! merk yang satu itu memang begitu identik dengan motor gede. Di Indonesia, penggemarnya pun cukup banyak. Anda pasti sering menjumpai rombongan touring HD di jalan-jalan, bukan? Komtmen Harley davidson untuk serius di pasaran Indonesia pun dibilang cukup baik. Awal tahun lalu, manufaktur asal Amerika yang menunjuk PT Mabua Motor Indonesia sebagai main dealer Harley Davidson di negara kita, berkomitmen tangguh untuk memerangi moge bodong. Dengan tegas, mereka memerangi motor-motor bodong alias tanpa surat, dengan tidak mengizinkan bengkel resminya untuk melakukan service terhadap HD bodong. Terbaru, bad news justru hadir juga dari Harley Davidson. Mereka menutup pabrik perakitannya di Indonesia. Apa alasannya?

pabrik perakitan HD di Indonesia ditutup

Adalah pabrik perakitan Harley Davidson yang terletak di Pulo Gadung, Jakarta Timur, yang akhirnya “menyerah” dan ditutup oleh pihak resmi HD di Amerika. Tahun 2014 menjadi tahun terakhir produksinya. Menurut pihak berwenang, yang diwakili Presiden Direktur PT Mabua Motor Indonesia, perakitan di dalam negeri dinilai memakan waktu yang lama, sehingga konsumen pun “bosan” menunggu.

“Kami mengikuti kebutuhan konsumen, kalau dengan impor Completely Knocked Down (CKD) memakan waktu lebih lama, kalau Completely Build Up (CBU) lebih cepat,” ujar Djonnie Rahmat, Presiden Direktur PT Mabua Motor Indonesia.

Saat iini, kalangan konsumen, terutama yang memang fanatik, tidak begitu mempedulikan harga. Mereka justru menuntut kecepatan. Namun yang terjadi, perakitan di dalam negeri justru memakan waktu yang lebih lama.  Apalagi pihak konsumen memang harus membayar lebih mahal, karena komponen-komponennya didatangkan dari luar negeri. Bahasa sederhanya adalah “sudah mahal, lama pula”. Maka HD pun memutuskan untuk menutup pabrik perakitannya di negara kita.

“Karena konsumen biasanya tidak pikir harga lagi, yang penting bisa cepat didapat,” ujar Djonnie.

Selain alasan tersebut, penutupan pabrik perakitan Harley Davidson di Indonesia, juga cukup dipengaruhi melesunya pasaran otomotif di indonesia saat ini. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Djonnie Rahmat. Berdasarkan data penjualan motor secara nasional memang menyebutkan, bahwa tiga bulan pertama tahun 2015 penjualan untuk semua jenis motor di Indonesia memang mengalami penurunan.

Namun di balik bad news penutupan pabruik perakitan HD itu, ternyata ada kabar yang cukup melegakan. Pihak terkait tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap para karyawannya. Management hanya melakukan pengalihan tenaga kerjanya divisi baru, yakni “mobile services”. Baca juga Minat Pada Honda Vario Masih Begitu Tinggi dan Honda Kenalkan Honda CBR1000RR dan NM4.

 

 

Top