Tak Bisa Asal-Asalan, Boncengan Pun Ada Aturannya, Bro!

Boncengan Motor pun Ada Aturannya – Sepeda motor merupakan alat transportasi primadona masyarakat umum, khususnya di Indonesia. Sepeda motor memang banyak menawarkan kemudahan. Mulai dari harganya yang murah, sampai kemudahannya saat digunakan untuk “nyelip-nyelip” di tengah keramaian.

boncengan-motor-pun-ada-aturannya

Namun, tanpa disadari, banyak orang yang kadang seenaknya sendiri dalam menggunakan sepeda motor. Mulai dari hal sepele, yakni berboncengan, banyak orang yang salah saat menggunakan satu unit sepeda motor untuk berboncengan. Memang, kini motor sudah menjadi alat transportasi utama terutama di Indonesia. Tapi sayang sekali, banyak pengguna motor atau penumpang yang tidak mengetahui bagaimana caranya menumpang motor secara benar.

Instruktur JDDC, Jusri Palubulu menuturkan bahwa hal kecil seperti berboncengan pun ada aturannya.

Ditemui di sela-sela acara kampanye safety riding di Jakarta pekan lalu, Jusri menjelaskan bahwa posisi paling benar saat membonceng sepeda motor adalah dengan duduk menghadap ke depan, searah dengan posisi pemegang kemudi. Jusri menambahkan bahwa, saat ini masih sering ditemui “boncenger” yang mengambil posisi duduk menyamping dan posisi tersebut merupakan posisi yang sangat berbahaya.

separator

Jusri menjelaskan bahwa membonceng dengan posisi menyamping bisa mengurangi stabilitas motor saat melaju kencang. Dengan posisi pembonceng yang miring, juga akan membuat pemegang kemudi akan mengalami kesulitan dalam menjaga kestabilan motor saat harus berhenti mendadak.

Instruktur safety riding profesional tersebut menjelaskan bahwa posisi menghadap depan adalah posisi paling aman bagi pembonceng motor. Jusri menjelaskan kalau posisi menghadap depan adalah demi keamanan, baik bagi pengemudi maupun bagi pembonceng.

Selain posisi mengahadap depan, posisi lutut harus mengapit bagian pinggul si pemegang kemudi. Hal ini ditujukan untuk memberikan keseimbangan saat motor menikung atau melakukan manuver.

Aturan membonceng yang ketiga adalah, posisi kaki pembonceng harus berada di tempat yang tersedia, yakni footstep bagian belakang. Hal lain yang harus dihindari pembonceng, khususnya mereka yang menggunakan motor matic, adalah menempatkan kedua kaki di tempat pengemudi berpijak. Selain itu, posisi tangan pembonceng harus berada di pinggang pengemudi.

Nah, mulai sekarang, jangan membonceng secara asal-asalan ya! Baca juga Yamaha NMAX Terjual Lebih Dari 4.000 Unit dan Kawasaki Racing Academy Musim Pertama Dimulai.

Top