Pelajaran Safety Untuk Pengemudi Truk dan Bus? Perlu Banget Nih…!

Pelajaran Safety Untuk Pengemudi Truk dan Bus – Sudah menjadi rahasia umum kalau bus dan truck yang muatannya kosong, sering ugal-ugalan di jalanan. Kita sebagai pengguna jalan pun, sering dibuat ketakutan dengan ulah mereka. “Kejar setoran”, merupakan faktor utama yang melatarbelakangi hal tersebut. Maka rasanya anda pun setuju, jika menurut Mas Sena, para pengemudi bus dan truk mendapat pelajaran dan tuntunan soal safety. Dengan demikian, para pengemudi itu tak hanya sekedar mementingkan uang setorannya saja, namun memperhitungkan juga keselamatan penumpang dan pengguna jalan yang lainnya.

pelajaran safety untuk pengemudi truk dan bus

Melihat pentingnya hal tersebut, maka kampanye keselamatan di jalan raya bertajuk ”Tunjukkin Safety-mu”, yang digagas oleh PT Michelin Indonesia pun menyasar para pengemudi truk dan bus. Program itu pun  dilakukan dengan tiga tahap yaitu, sosialisasi-edukasi, simulasi, dan praktik lapangan mengenaisafety driving. Pihak Michelin pun memilih Satpas SIM, Daan Mogot, Jakarta Barat, sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan itu, hari Minggu kemarin.

”Kami melihat program keselamatan berkendara untuk segmen truk dan bus sangat penting untuk mengurangi tingkat kecelakaan dan mendukung terwujudnya mobilitas lebih baik. Tanggung jawab pengemudi bukan hanya keselamatan dirinya, tetapi juga keselamatan penumpang dan juga barang yang diangkutnya,” kata Country Director Michelin Indonesia, Jean-Charles Simon.

Simon menambahkan, program ini menjadi bagian dari kampanye road safety yang secara konsisten dilakukan Michelin. Bicara soal keamanan berkendara, nama besar di dunia produsen ban itu,  juga menyediakan teknologi ban yang mengutamakan unsur keselamatan.

separator

Kalau kita bicara angka kecelakaan, lebih dari 90 persen kecelakaan lalu lintas dipicu faktor yang disebabkan oleh pengemudi. Hal tersebut berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2014. Faktor terbesar yang melatarbelakngi adalah kelengahan pengemudi, diikuti faktor tidak tertib, tidak terampil mengemudi, mengantuk, dan faktor lain seperti lelah, mabuk, dan berponsel.

Senada dengan catatan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Djoko Sasono menyebutkan bahwa tingginya kecelakaan yang berhubungan dengan kendaraan seperti truk dan bus, mayoritas dibebankan kepada pengemudinya saja. Padahal, aspek keselamatan ini merupakan hal mendasar yang perlu diperhatikan oleh perusahaan atau pelaku bisnis selain aspek kelaikan kendaraan. Jadi, utamakan keselamatan berbagai pihak, diatas kepentingan mengejar setoran ya pak…! Baca juga Mobil Listrik Nissan Leaf Jadi Mobil Patroli Polisi dan Semua Mobil Volvo di Masa Depan Gunakan Mesin Hybrid.

 

 

Top