Gara-gara Ohlins, Yamaha Terpaksa ‘Recall’ R1M

Gara-gara Ohlins, Yamaha Harus Tarik R1M – Kabar kurang sedap kini menghampiri salah satu produsen motor ternama asal Jepang  yang memiliki lambang garpu tala yaitu Yamaha, yang diketahui harus menarik produk terbaru mereka yang masuk dalam kelas premium motor sport yaitu Yamaha R1M. Namun diketahui proses ‘Recall’ yang harus dilakukan tersebut disebabkan oleh komponen pendukung dari motor super sport varian tertinggi Yamaha ini, yaitu pada sistem suspensinya dan bukan merupakan kesalahan produksi dari Yamaha Global.

Gara-gara Ohlins, Yamaha Terpaksa Recall R1M

Dari informasi yang ada motor Yamaha yang masuk dalam kelas premium super sport ini, di awal April 2015 lalu dilaporkan bahwa masuk dalam daftar ‘Recall’ atau kampanye perbaikan masal di Amerika Serikat. Kondisi tersebut dilakukan karena motor super sport ini menggunakan suspensi aftermarket besutan Ohlins yaitu TTX36 Series. Selain itu Ohlins juga harus menarik beberapa suspensi buatannya yang berstatus part aftermarket yaitu model TTX GP, TTX RT, dan TTX 36 MKII.

Advertisement

Setelah pada awal April lalu proses kampanye penarikan dilakukan di negeri paman sam kini giliran pasar otomoti Kanada dan Australia yang menjadi fokus berikutnya. Diketahui memang suspensi besutan Ohlins ini digunakan pada motor sport berperforma tinggi, yang juga diketahui diinstal pada salah satu merek sepeda motor. Model sepeda motor pertama yang terdeteksi menggunakan suspensi Ohlins tersebut adalah Yamaha YZF-R1M.

Motor Yamaha yang merupakan spesifikasi tertinggi dari Yamaha R1 Series tersebut memang dilengkapi dengan suspensi Ohlins yang dapat dikontrol secara modern yaitu dengan cara elektronik. Dari keterangan yang dilansir oleh lembaga keamanan lalu lintas dan pelayanan konsumen di negara Kanada dan Australia memang harus melakukan proses penarikan tersebut, karena suspensi Ohlins pada Yamaha YZF-R1M mengalami masalah yang sama.

Pihak Ohlins menyatakan bahwa beberapa model suspensi yang dibuat, khususnya suspensi belakang tidak dirakit secara benar. Dimana prosedur yang dilakukan malah mengencangkan baut terlebih dahulu sebelum piston menempel sempurna dengan komponen lain. Dengan kondisi tersebut maka akan membuat baut mudah kendor, yang tentunya akan mengakibatkan pengendalian suspensi tidak bekerja sempurna sehingga dapa menimbulkan resiko terjadinya kecelakaan. Baca juga Vespa dan Piaggio Yakini Masa Depannya di Indonesia dan Legenda RX King yang Tak Pernah Padam.

Top