Giacomo Agostini : Tonggak Awal Kejayaan Rider Italiano

Giacomo Agostini Berkibar di Atas Motor MV Agusta – Dua kemenangan Valentino Rossi di tiga seri awal MotoGP 2015, serta semakin on fire-nya duet Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, ternyata memiliki satu benang merah. Yak! Pebalap-pebalap kelas para raja MotoGP asal Italia sepertinya benar-benar sudah bangun dari tidur panjangnya.

giacomo-agostini-berkibar-di-atas-motor-mv-agusta

Selama hampir empat musim terakhir, balapan MotoGP memang dikuasai oleh rider-rider asal Spanyol. Buktinya, sebelum gelar juara dunia back-to-back The Baby Alien Marc Marquez dalam dua musim terakhir, MotGP juga terlebih dahulu didominasi oleh pebalap asal Negeri Matador lainnya, yakni Jorge Lorenzo. Nah, lewat dua kemengangan Vale dan “menggilanya” duet Ducati, kini publik Italia seolah melihat kebangkitan kembali para rider-rider jagoannya.

Jauh sebelum era The Doctor Valentino Rossi, Italia memiliki seorang juara dunia balap yang dianggap sebagai “dewa” lintasan balap asal Negeri Pizza, yaitu Giacomo Agostini. Dekade 1960-an hingga awal 1970-an adalah masa kekuasaan Agostini. Bagaimana tidak, Giacomo Agostini berhasil menjuarai balap motor kasta tertinggi sebanyak 8 kali, mulai tahun 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, hingga 1972. Hebatnya lagi, Agostini meraih juara dunia sebanyak tujuh kali saat menunggangi motor MV Agusta. Sisanya, racer asal Italia itu menggunakan motor Yamaha.

Gelar juara dunia milik pebalap asal Brescia ini memang bisa disamai juniornya, Valentino Rossi. Namun, rekor juara dunia tujuh kali dengan motor yang sama miliknya belum ada yang bisa menandingi.

Awalnya, bakat balap pria yang kini berusia 63 tahun itu sempat tidak didukung oleh kedua orang tuanya. Namun, akhirnya kedua orang tua Agostini mengijinkannya untuk serius belajar “ngebut” karena mereka sadar dengan bakat sang buah hati.

Adalah Domenico Agusta, pemilik tim MV Agusta kala itu, yang pertama kali kepincut dengan bakat brilian seorang Giacomo Agostini. Setahun setelah mampu membawa tim Morini Racing ke peringkat empat di kelas 350 cc, Agusta langsung menawarkan kontrak pada Agostini. Setelah sempat mengalami periode sulit saat baru bergabung dengan MV Agusta, Giacomo Agostini mulai menunjukkan bakat luar biasanya di lintasan balap pada medio 1965-an. Setahun berikutnya, sejarah-lah yang berhasil diukir Agostini di lintasan balap MotoGP — saat itu namanya GP500. Gelar juara dunia sebanyak tujuh kali berhasil dipersembahkan Giacomo Agostini pada tim MV Agusta dan rakyat Italia. Baca juga Strategi Pemilihan Ban Valentino Rossi Berbuah Manis dan Legenda RX King yang Tak Pernah Padam.

Top