Kampanye Keselamatan Lalu Lintas Kecam Smartwatch

Smartwatch Dianggap Membahayakan Para Pengemudi – Era smartwatch alias jam tangan pintar, memang bukan baru-baru ini saja bergulir. Namun bisa dibilang, kemunculan Apple Watch memang menjadi “gong”. Walaupun dipuja cukup banyak orang, namun nyatanya, jam tangan pintar justru dinggap momok yang membahayakan untuk keselamatan lalu lintas. Bahkan, sebuah kampanye lalu lintas di luar negeri, mengecam keras benda tersebut.

kampanye keselamatan lalu lintas kecam smartwatch

Sejumlah kalangan memang terbukti gerah, dengan “virus” smartwatch. Di California, para penduduk pun memberikan  tekanan pada produsen mobil, menyangkut bahayanya menggunakan gadget ini ketika sedang mengemudikan kendaraan di jalan. Melalui seorang pengacara bernama Stephen Joseph, penduduk setempat mengajukan tuntutan hukum ke Pengadilan Kota Los Angeles. Dalam tuntutan tersebut, mereka mendesak produsen jam pintar, seperti Apple, Samsung, dan Google menyiapkan dana 1 juta dollar AS untuk kampanye keselamatan lalu lintas bagi konsumennya. Fokusnya adalah terhadap menurunnya kemampuan reaksi spontan yang perlu dilakukan pengemudi dalam kondisi tertentu, jika mereka sedang asyik memainkan smartwatch. Walaupun smartwatch merupakan benda yang ukurannya kecil, namun memang perangkat tersebut sangat mungkin memecah konsentrasi pengemudi. Hal itu pastinya sangat membahayakan.

“Godaan untuk sekedar melihat layar kecil yang ada, sesaat setelah menerima pemberitahuan secara virtual sangat sulit dihindari. Situasi ini membuat, kondisi jalan tidak terlihat bagi pengemudi,” tulis tuntutan itu.

Kemunculan smartwatch memang tak hanya menarik hati para penggila gadget. Sejumlah pabrikan otomotif langsung jatuh cinta dengan teknologi ini. Dengan alat ini, pemilik mobil bisa memantau kondisi kendaraannya, kondisi baterai, bahkan sampai memastikan pintu sudah terkunci atau belum. Namun kembali pada masalah konsentrasi, penggunaan smartwatch untuk industri otomotif memang justru menjadi ancaman bagi keselamatan lalu lintas.

Sebelumnya, California sudah melarang aktivitas SMS sambil mengemudi sejak 2008. Mulai 2013, pemerintah daerah juga memberlakukan pelarangan penggunakan aplikasi GPS pada ponsel pintar, namun di 2014 kebijakan itu ditolak. Lantas, apa tindak lanjut yang akan diberlakukan terkait dengan desakan tersebut? Meski baru sebatas tuntutan tanggung jawab sosial perusahaan, ke depan tidak ada yang tahu justru akan ada undang-undang yang melarang menggunakan smartwatch ketika sedang mengemudikan mobil. Kita tunggu saja kabar baiknya. Baca juga Motor Matic Harus Menggunakan Oli Yang Mumpuni dan Mobil Supersonic Bloodhound Berkecepatan 1600 Km/jam.

Top