BMW Motorrad dan Alpinestars Kolaborasi Ciptakan Airbag Jacket

BMW Motorrad dan Alpinestars Kerjasama Ciptakan Airbag Jacket – Evolusi perlengkapan otomotif memang terus berkembang. Jaket yang dulunya hanya berfungsi sebagai penahan hawa dingin saat berkendara, kini mulai berubah fungsi sebagai salah satu piranti wajib keamanan berkendara.

BMW-Motorrad-dan-Alpinestars-kerjasama-ciptakan-airbag-jacket

Baru-baru ini, pabrikan sepeda motor premium BMW Motorrad mengikuti jejak Ducati yang menciptakan jaket khusus pengguna motor yang juga bisa berfungsi sebagai airbag layaknya fitur keselamatan pada mobil-mobil masa kini. Untuk membuat jaket airbag tersebut, BMW Motorrad menjalin kerjasama dengan produsen perlengkapan biker yang berbasis di California dan Italia, yakni Alpinestars.

Proyek kerjasam antara BMW dengan Alpinestars ini juga mirip dengan apa yang dilakukan oleh Ducati. Sebelumnya, pabrikan asal Italia itu menjalin kerjasama dengan Dainese guna menciptakan jaket revolusioner yang dilengkapi dengan sistem proteksi berupa airbag.

Cara kerja jaket airbag hasil kolaborasi BMW dengan Alpinestars tersebut juga mirip dengan cara kerja jaket airbag D-Air System ciptaan Ducati dan Dainese. Pada bikers item yang diberi nama Tech Air tersebut, BMW menyertakan sebuah sensor yang diletakkan di dalam jaket. Perbedaan antara Tech Air hasil karya BMW-Alpinestars dengan D-Air System racikan Ducati-Dainese adalah posisi sensornya. Jika BMW-Alpinestars meletakkan sensor di dalam jaket, maka Ducati-Dainese menyematkan sensor di bagian motornya.

separator

Keunggulan lain Tech Air jika dibandingkan dengan D-Air System adalah, jaket airbag racikan BMW dan Alpinestars tersebut bisa bekerja pada semua jenis sepeda motor. Sedangkan D-Air System racikan Ducati dan Dainese hanya bisa bekerja pada jenis motor Ducati Multistrada.

Meski peletakannya berbeda, namun kedua sensor pada jaket tersebut mampu bekerja secara maksimal. Sensor canggih tersebut mampu mendeteksi keadaan yang dialami pengendara jika terjadi kecelakaan. Jika pemakai jaket airbag tersebut mengalami kecelakaan, maka secara otomatis sensor akan bekerja dan akan membuat jaket menjadi mengembang untuk meminimalisasi potensi cedera akibat benturan yang dialami pengendara motor.

Alpinestars sendiri menyatakan bahwa jaket airbag hasil kolaborasi mereka dengan BMW Motorrad tersebut mampu mendeteksi kecelakaan hingga 30 sampai 60 milisecond setelah kejadian. Kemudian, sensor airbag-nya sendiri akan bekerja penuh pada 25 milisecond setelahnya. Baca juga Pentingnya Tutup Pentil Pada Ban dan Kopling Sepeda Motor Selip.

Top