Belum Deal Harga, Pemerintah Tunda Peluncuran Pertalite

Pertalite Batal Gantikan Premium Bulan Ini – Gembar-gembor penggantian BBM jenis Premium dengan Pertalite, memang sudah cukup lama menyeruak. Bahkan dari tahun 2014 pun, issue tersebut sudah merebak. Mei 2015 ini, disebut-sebut sebagai waktu waktu peluncuran BBm jenis Pertalite. Namun, informasi terbaru yang mas Sena dapatkan menyebutkan, pemerintah akhirnya menunda peluncuran  Pertalite pada bulan Mei ini. Kira-kira, apa penyebabnya?

Pemerintah Tunda Peluncuran Pertalite

Dalam keterangan pers kepada awak media, Menteri BUMN, Rini Soemarno membenarkan bahwa peluncuran Pertalite ditunda. Pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut kepada Pertamina. Sebagai pemegang saham, Kementrian BUMN dan Kementrian ESDM sebagai regulator pun sudah menyepakati hal tersebut. Rini menyatakan, harga Pertalite masih lebih mahal dari Premium. Untuk itu peluncurannya ditangguhkan sementara waktu.

“Pemerintah tentunya tidak ingin membebani masyarakat. Jika harga Pertalite masih lebih mahal daripada Premium, ditunda dulu,” kata Rini pada media.

Namun walaupun peluncuran Pertalite mengalami penundaan, pemerintah tetap mempersilahkan pihak Pertamina untuk mulai memperkenalkan Pertalite pada masyarakat. Namun Rini meminta, selama harga Pertalite masih lebih tinggi daripada harga Premium, maka Pertamina masih diharuskan untuk menyediakan Premium.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menjelaskan, produk Pertalite sudah lolos dari pengujian yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) Kementerian ESDM. Namun, soal peluncuran produk tersebut, masih harus melalui persiapan-persiapan yang lebih matang.

“Sebenarnya pengujian sudah sukses, tapi masih perlu waktu lagi,” kata Dwi, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta.

Dwi mengakui, bahwa waktu yang diperlukan tersebut, untuk mematangkan persoalan harga. Selain itu, sosialisasi pada masyarakat, juga diakui masih membutuhkan waktu. Selain kepada masyarakat, sosialisasi juga sangat dibutuhkan kepada para pemangku kepentingan, untuk menghindari keselahpahaman.

“Agar tidak ada hal negatif saat hal ini diluncurkan. Supaya tidak membuat orang bingung,” pungkas Dwi.

Bicara soal harga Pertaite, Vice President Fuel Marketing Pertamina, Muhammad Iskandar mengatakan, harga untuk BBM jenis baru tersebut akan berada di bawah Pertamax yang saat ini di level Rp 8.600 per lite. Namun akan memiliki harga yang levelnya di atas Premium yang saat ini ada di level Rp 6.800 per liter. Tapi kenyataannya, pemerintah masih belum deal soal harga. Kita tunggu saja perkembangan berikutnya. Baca juga Jika Mobil Ganti Pertamax Jadi Pertalite dan Patokan Bahan Bakar Supercar Dari Porsche.

Top