Kena Insiden, Rio Haryanto Keog di GP2 Monako

Rio Haryanto Gagal di Sprint Race GP2 Monako – Berbekal hasil yang oke di musim lalu, Rio Haryanto hadapi GP2 Monako dengan cukup percaya diri. Performa mobilnya, juga dinilai begitu mendukung untuk tampil bagus di seri GP2 Monako. Namun nyatanya, Rio harus puas finish di sesi feature race seri tersebut, di posisi ke-16 saja. Padahal di musim sebelum nya, dia berhasil menduduki posisi ke-7. Dengan hasil feature race di GP2 Monako itu, Rio jelas merasakan kekecewaan. Walaupun begitu, driver Campos Racing tersebut, merasa masih punya kesempatan baik di sesi sprint race. Tapi kenyataannya, Rio Haryanto justru keog.

Rio Haryanto keog di GP2 Monako

Menjadi  satu-satunya pebalap Indonesia di GP2 Monako, Rio Haryanto justru mendapat kendala pada sesi yang digadang-gadang mempu membuat Rio moncer, setelah gagal di feature race. Baru saja melakoni putaran pertama di sesi sprint race, pebalap muda asal Solo itu, mengalami insiden.

Advertisement

Pada putaran pertama di sirkuit jalan raya itu, Johnny Cecotto dan Zoel Amberg bertabrakan selepas tikungan pertama, tak lama setelah start. Rio pun tak berkesempatan menghindari kecelakaan tersebut. Tak lama berselang, insiden kembali terjadi. Kali ini melibatkan Norman Nato (Arden), Rene Binder (Trident), dan Rio Haryanto, yang tergabung dalam tim Campos Racing dengan dukungan Pertamina, Roda kanan depan Nato dan roda kiri belakang Binder merusak sayap depan mobil Rio. Kejadian itu membuat Rio harus terhenti di dinding pembatas ditambah dengan kerusakan roda dan suspensi. Mau tidak mau, Rio pun harus out dari arena sirkuit Monte Carlo, pada balapan hari Sabtu (24/5/2015) itu.

Sementara itu, Nato–yang mobilnya juga mengalami kerusakan, tetap bisa melanjutkan balapan sampai akhirnya finis ke-21. Namun Ia dinyatakan bersalah atas insiden di awal balapan dan sudah mendapatkan penalti 10 detik. Menanggapi kegagalannya itu, Rio sendiri sangat menyayangkan posisi start yang dilakoninya.

“Saya mohon maaf karena tidak mendapatkan poin pada balapan di Monaco. Pada babak kualifikasi, saya tidak mendapatkan waktu terbaik karena tertahan yello flag.  Balapan di Monte Carlo yang sempit kuncinya ada di posisi start dan strategi yang tepat,” kata Rio.

Sesi sprint race GP2 Monako itu, akhirnya dimenangi Richie Stanaway dari tim Status Grand Prix. Sementara itu  Raffaele Marciello dari tim Trident, ada di tangga kedua. Sementara untuk Rio sendiri, hasil balapan ini membuatnya turun satu posisi di klasemen sementara. Pebalap asal Surakarta tersebut, kini berada di peringkat ketiga dengan 49 poin. Baca juga Perusahaan Jerman Ciptakan ‘Mobil Kepiting’ Untuk Atasi Kemacetan dan Indonesia Punya Sirkuit Internasional Baru Ditahun 2017.

 

 

Top