Serba-serbi Jas Hujan : Jas Hujan Juga Punya Masa Kadaluarsa Lho…!

Serba-seri Jas Hujan – Musim memang tak bisa ditebak. Kadang, yang seharusnya sudah masuk ke musim panas, namun masih saja terjadi hujan. Kalau kita bicara soal hujan, maka jas hujan menjadi salah satu peralatan wajib ketika tetap harus berkendara di tengah hujan, Jika bro and sist kelupaan dengan peralatan yang satu itu, resiko paling dekat adalah sakit karena kehujanan. Tak hanya sekedar peralatan untuk melindungi badan saat berkendara ditengah hujan, ternyata banyak hal yang harus kita ketahui soal jas hujan. Ini akan membantu bro and sist, ketika harus berakrab-akrab dengan benda yang satu ini.

serba serbi jas hujan

Jas hujan punya masa kadaluarsa

Seerti mas Sena, mungkin bro and sist juga baru mengetahui kalau jas hujan atau dikenal dengan sebutan mantel, memiliki masa kadaluarsa. Ternyata, jas hujan bisa juga bolong meski tak pernah dikenakan. Jas hujan yang tak dikenakan pun, lama kelamaan akan timbul lubang-lubang kecil. Walaupun tak terlihat, namun akan cukup membuat badan basah kuyup, jika ndikenakan dibawah hujan. Biasanya, umur jas hujan tidak sampai satu tahun. Jika sudah lama, pengendara bisa memeriksakan jas hujannya agar jas hujan bisa selalu siap pakai jika dibutuhkan.
Cara untuk memeriksanya pun mudah.  Bro and sist bisa menerawang jas hujan ke lampu di ruangan yang agak gelap. Jika ada berkas sinar lampu yang tembus, berarti kondisi jas hujan sudah tidak bagus.
Bahan dan model jas hujan ini lebih kedap air

Advertisement

Fungsi utama jas hujan pastinya untuk melindungi kita dari percikan air, terutama ketika berkendara di bawah hujan. Saat ini un, beredar banyak sekali jenis jas hujan dengan berbagai model dan bahan. Dari sekian banyak jenis dan model, ternyata jas hujan dengan bahan pl;yvinyl chloride (PVC) lebih kedap air ketimbang parasut. Bahan PVC memiliki pori yang sangat rapat. Berbeda dengan parasut yang porinya lebih lebar. Dengan begitu, maka bahan PVC lebih kedap air. Selain berbahan PVC, jas hujan dengan bahan yang dipress, akan lebih kedap air ketimbang yang sambungannya dijahit. Jas hujan berwarna terang juga lebih dianjurkan. Ini terkait dengan factor kemanan. Jas hujan berwarna terang, akan lebih terlihat oleh pengguna jalan lain, terutama pada malam hari. Baca juga Stop Isi Bensin Setengah Tangki…! dan Bunyi-bunyian dari Rem ABS, Tanda Rem Berfungsi Baik.

 

 

Top