Mobil Ini Mogok, Jika Pengemudinya Terdeteksi Mabuk

Teknologi Bikin Mobil Ini Mogok Otomatis Jika Pengemudinya Mabuk – Dunia otomotif memang sedang sangat memperhatikan teknologi keselamatan pada kendaraan. Hal ini pastinya dikarenakan banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Soal teknologi keselamatan kendaraan, belum lama ini, beberapa perusahaan mulai mengembangkan alat berupa alarm yang dapat mengantisipasi pengendaranya yang mengantuk dan tertidur di balik kemudi mobil, Sebagian besar konsepnya adalah membangunkan pengemudi jika ia diindikasikan tertidur. Tak berhenti pada uapaya itu, maka dimunculkannya teknologi keamanan kendaraan terbaru. Dengan teknologi tersebut, mobil akan “ngambeg” alias mogok, jika pengemudinya terdeteksi mabuk. Wow…!

Mobil Ini Mogok Jika Pengemudinya Terdeteksi Mabuk

Mabuk memang menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan, yang sering terjadi. Untuk itu, diciptakanlah alat yang bisa mendeteksi kadar alkohol berlebih pada tubuh pengemudi. Teknologi yang merupakan hasil riset Driver Alcohol Detection System for Safety (DADSS) itu, telah diunggah pada situs berbagi video—Youtube. Lalu, bagaimana cara kerja teknologi keselamatan kendaraan tersebut?

Alat pendeteksi kadar alkohol ini, bekerja dengan dua cara yakni melalui sensor yang terdapat di atas setir kemudi dan dengan menekan tombol pada dasbor. Sensor akan mendeteksi napas yang diembuskan pengemudi. Molekul yang terembus saat bernapas akan ditangkap sensor lalu dianalisis kadar alkohol yang terkandung di dalamnya.

Selain berbasis sensor, cara kerja kedua adalah berbasis sentuhan. Jika pengemudi menekan tombol tersebut menggunakan jari, alat akan bekerja dengan mendeteksi kandungan alkohol dalam darah.

separator

“Sistem berbasis sentuhan ini menggunakan spektroskopi inframerah untuk mendeteksi tingkat alkohol dalam darah. Alkohol mampu menyerap cahaya gelombang yang spesifik. Dengan mengukur intensitas cahaya, sistem dapat menentukan kadar alkohol dalam darah pengemudi,” demikian isi narasi dalam video tersebut.

Hebatnya, kedua alat ini bekerja tidak lebih dari 1 detik. Jika kadar alkohol pada pengemudi di atas ambang yang ditentukan di Amerika Serikat yakni 0,08 persen maka mobil tidak bisa dilajukan alias mogok sevcara otomatis.

Sementara itu, Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Amerika Serikat (NHTSA) menyatakan, DADSS merupakan hasil kerjasama penelitian antara Automotive Coalition for Traffic Safety (ACTS) yang mewakili 17 produsen kendaraan dan NHTSA. Proyek penelitian ini sudah berjalan sejak 2008. Diharapkan, kehadiran alat ini sebagai teknologi keamanan berkendara, akan meminimalisir angka kecelakaan akibat pengaruh alkohol. Baca juga Melongok Standar Keamanan Berkendara dan Alarm Ini Berbunyi Saat Sopir Mengantuk.

 

Top