Industri Otomotif Nasional Masih Lemah dalam Perlindungan Konsumen

Amerika Punya NHTSA. Lalu Indonesia? – Akhir-akhir ini, para produsen di dunia otomotif sedang “rajin” melakukan recall terhadap kendaraannya. Hal itu tak lain dan tak bukan, karena kendaraan-kendaraan besutannya membutuhkan perbaikan, agar kesalahan yang ada pada produknya tidak menimbulkan celaka bagi para pengguna. Yang baru-baru ini terjadi adalah recall yang dilakukan Honda untuk produk-produknya di Australia, karena masalah pada rem. Sementara itu, Ducati juga mengembalikan lebih dari 500 unit Panigale S dan Panigale R, karena problem monoshock. Recall sendiri terjadi, atas temuan-temuan lembaga keamanan di Negara terkait. Ini artinya, perhatian industri otomotif di luar Indonesia terhadap keselamatan konsumen begitu besar. Lalu, bagaimana dengan industri otomotif nasional?

otomotif nasional keog di perlindungan konsumen

Dilihat dari hasil penjualan, industry otomotif nasional, memang bisa dikatakan sedang menggeliat. Bahkan  sudah mampu menembus angka penjualan jutaan unit per tahunnya. Namun dibalik itu, perlindungannya terhadap keselamatan konsumen, dinilai masih sangat minim.

“Hal ini seharusnya masuk ke dalam domainnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Keselamatan. Saat ini, pemerintah hanya mengandalkan Sertifikasi Uji Tipe, sebelum kendaraan dijual dan dioperasikan di jalan, dan belum sama sekali menyentuh hingga kendaraan tersebut dioperasikan, atau melakukan pemantauan dan menerima pengaduan konsumen,” ujar Danang Parikesit, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia.

Sepertinya, pendapat itu memang tidak berlebihan. Karena di Indonesia, nyatanya konsumen belum mendapatkan perlindungan penuh dari kerusakan barang yang sifatnya cacat produksi atau kesalahan sistem. Padahal, hal itu merupakan bagian dari perlindungan konsumen. Hal ini jelas bertplak belakang sekali dengan apa yang ada di Negara-negara lain, terutama Negara maju.

Lihat saja di Amerika Serikat (AS). Negara adi daya itu, memiliki NHTSA (National Higway Traffic Safety Administration) atau Administrasi Keselamatan dan Lalu Lintas Jalan Raya, untuk memantau kualitas kendaraan bermotor yang dipasarkan di negaranya. Konsumen bisa langsung memberikan laporan pengaduan bila ada kasus kerusakan atau cacat produksi dan bisa diteruskan ke produsen. Maka tak heran, jika sering terjadi recall produk oleh produsen kendaraan, karena temuan NHTSA.

Menurut Danang, lembaga serupa bisa dibuat di Indonesia, agar keselamatan konsumen produk otomotif nasional lebih terjaga. Ia berharap, ada lembaga khusus yang menampung berbagai macam keluhan konsumen, terutama soal kendaraan yang “cacat”. Kalaunpun tidak dibuat lembaga baru, pemerintah bisa memberdayakan unit-unit yang terkait dengan lalu lintas, yang sudah ada. Baca juga Banyak Mobil Bermasalah dengan Rem Otomatisnya dan Lagi-lagi Ducati Harus Recall Produknya.

.

Top