Rifat Sungkar : Mudik Berbeda dengan Touring

Mudik dengan Touring Itu Berbeda – Menjelang masuknya musim libur panjang pada Hari Raya Idul Fitri mendatang, kebiasaan mudik oleh sejumlah masyarakat di Indonesia pasti akan tetap berlangsung. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan dari pemudik memilih kendaraan roda dua untuk pulang ke kampung halamannya demi lebih hemat ongkos. Meski kebiasaan mudik oleh orang Indonesia ini memiliki kesamaan dengan touring karena sama-sama menempuh jarak jauh. Namun siapa sangka kedua hal ini berbeda atau tidak bisa disamakan.

Mudik dengan Touring Itu Berbeda

Dikatakan oleh Rifat Sungkar, selaku pebalap nasional dan juga duta keselamatan berkendara Indonesia dari UNESCO menyatakan bahwa, perbedaan keduanya antara mudik dengan touring terletak manajemen waktu. Untuk touring sendiri, memiliki manajemen waktu yang diatur dengan sangat baik karena memperhatikan ketahanan dan kesehatan fisik saat berada di atas kendaraan.

“Bisa dibedakan, dengan jarak yang sama misalnya dari Jakarta menuju Yogyakarta, bagi yang touring, bisa saja hal tersebut dilakukan selama lima hari. Tapi bagi pemudik, jarak itu harus ditempuh hanya dengan satu hari, atau bahkan hanya semalaman,” ujar Rifat, seperi dilansir Kompas Otomotif, Selasa (30/1/2016).

Rifat pun menambahkan, dengan hal tersebut tentu saja akan sangat merugikan pengendara, bahkan dapat menimbulkan resiko kecelakaan. Sebab dengan target tersebut kondisi tubuh akan lemah sehingga secara langsung juga akan menghilangkan konsentrasi berkendara. Sedangkan kita ketahui bersama untuk berkendara, apalagi perjalanan jarak jauh membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi.

Senada dengan pernyataan Rifat, Ahmad Yunus yang merupakan pengarang buku touring berjudul “Meraba Indonesia” menyatakan bahwa selain terdapat perbedaan manajemen waktu, ternyata dari segi kapasitas barang yang dibawa juga membedakan keduanya.

“Jika touring, kita buat sepeda motor kita seaman mungkin, dan barang yang dibawa juga diletakkan pada tempat yang sudah semestinya, seperti pada box motor. Biasanya juga tanpa berboncengan, namun untuk pemudik, barang dibungkus seadanya dan diletakkan pada tempat yang tidak semestinya, apalagi ditambah dengan membawa penumpang lebih dari satu, ini sungguh membahayakan nyawa,” jelas Ahmad.

Ahmad mengatakan bahwa pemudik saat ini lebih baik memanfaatkan angkutan umum ketika akan pulang ke kampung halamannya. Meskipun lebih mahal tentunya akan memberikan tingkat kenyamanan dan keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan kendaraan roda dua. Baca juga Mudik Menggunakan City Car Harus Dipersiapkan dengan Matang dan KTM Siapkan Motor Balap Produksi Massal.

Top