Di Perancis Menelpon Sambil Berkendara Bakal Dilegalkan

Di Perancis Menelpon Sambil Berkendara Akan Dilegalkan – Kabar otomotif terbaru kali ini datang dari mancanegara, yakni pada sebuah negara di benua Eropa yang sangat terkenal dengan menara Eifelnya. Yups, negara tersebut adalah Perancis. Di Perancis kegiatan atau aktivitas menelpon mengunakan alat komunikasi sambil berkendara akan dilegalkan oleh pemerintahan negara tersebut. Baru-baru ini Pemerintah Perancis memberikan aturan baru yang menyatakan bahwa pengendara maupun pengemudi dapat melakukan percakapan telfon saat berkendara. Aturan mengenai komunikasi yang memanfaatkan ponsel atau smartphone ini akan mulai diberlakukan pada bulan Juli ini. Sebelumnya Pemerintah Perancis sempat melarang melakukan aktifitas telfon saat berbendara seperti negara-negara lainnya.

Di Perancis Menelpon Sambil Berkendara Bakal Dilegalkan

Namun, aturan mengenai menelfon sambil berkendara yang akan dilegalkan di Perancis tersebut harus memenuhi persyaratan dan kondisi tertentu. Khsususnya bagi pengendara motor, pengendara dapat menggunakan ponsel maupun smartphone untuk berkomunikasi via suara dengan orang lain tetapi harus menggunakan Transceiver Bluetooth Independent. Penggunaan kabel terurai akan dilarang sehingga harus memanfaatkan teknologi wireless Bluetooth. Jika pengendara melanggar aturan tersebut maka dapat didenda sebesar USD150 atau sekitar Rp2 jutaan. Tidak hanya itu poin ijin mengemudi pun akan dikurangi.

Dengan diberlakukannya aturan baru ini maka para produsen helm ternama di Eropa seperti Cardo, Senna, Shark, Nolan, dan Schubert kini berlomba-lomba mengembangkan interkom atu sistem komunikasi via wireless yang telah terpasang di helm.

Advertisement

Di Indonesia sendiri mengenai penggunaan HP saat mengemudi memang tidak diatur dalam UU No 22 Tahun 2009. Tetapi bagi pengendara yang melanggar aturan tersebut dapat dijerat dengan pasal 106 ayat 1 tentang pengemudi yang wajib mengendarai kendaraan dengan konsentrasi penuh. Sanki pelanggaran pasal tersebut telah diatur dalam pasal 283, dengan denda maksimal Rp750 ribu dan kurungan penjara maksimal 3 bulan.

Sedangkan untuk aturan berkomunikasi via suara menggunakan Transceiver Bluetooth Independent sepertinya belum terdapat aturan yang baku. Namun karena dengan menggunakan alat tersebut pengendara akan tetap berkonsentrasi penuh maka diperkirakan tetap dapat digunakan saat berkendara. Baca juga Garansindo Group Berencana untuk Merakit Skuter Matik Peugeot di Dalam Negeri dan Zero Motorcycles Terbukti Garang di Ajang Balap.

Top