RIP Jules Bianchi

Dari Keluarga, Sahabat dan Dunia Balap untuk Bianchi – Perjuangan Jules Bianchi untuk melawan cederanya, berakhir sudah. Pebalap berusia 25 tahun itu menderita luka di kepala cukup serius ketika mobilnya menghantam sebuah crane di Grand Prix Jepang, Oktober 2014. Sembilan bulan mengalami koma, akhirnya pembalap Tim Marussia itu meninggal dunia pada  Jumat dinihari (18/7). Kepergian pebalap muda, yang pernah bergabung bersama tim Scuderia Ferrari itu pun, menyisakan kepedihan yang begitu mendalam. Maka tak heran, jika berbagai pihak pun memberikan penghormatan yang sangat tinggi untuk pria kelahiran Perancis itu.

penghormatan terakhir untuk jules bianchi

Mewakili keluarga Jules Bianchi, sang ayah, yakni Philippe Bianchi, memberikan penghormatan terakhir sebelum Jules dimakamkan. Philippe menjelaskan, bahwa anaknya sudah berusaha sangat maksimal melawan cedera yang dialaminya.

“Ini semua memang sangat menyakitkan untuk kami. Akan tetapi, kami yakin Anda telah berada dalam tempat yang indah saat ini, maka dari itu kami merelakan kepergian Anda. Yang jelas bahwa selama, selama, selamanya cinta kami selalu untuk Anda,” tutur Philippe.

Selain dari pihak keluarga, penghormatan terakhir yang begitu tinggi untuk Jules Bianchi, juga datang dari Lewis Hamilton. Pebalap yang saat ini berkarier di Mercedez itu, juga mengaku merasakan sedih yang mendalam, sekalipun ia tak pernah menjadi rekan satu tim Jules Bianchi.  Ungkapan kesedihan itu, dilontarkan Hamilton di akun resmi instagramnya, bersama sebuah foto. Pembalap 30 tahun itu mengunggah salah satu foto Bianchi yang terlihat sedang berada di arena balap.

“Hari yang benar-benar sedih. Mohon doanya untuk Jules, seseorang yang kami cintai. RIP Jules. Tuhan memberkati,” tulis Hamilton bersama foto yang diunggahnya di akun Instagram @lewishamilton.

Tak berhenti sampai disitu, Federasi Automobil Internasional (FIA) juga memberikan penghormatan terakhir setinggi-tingginya, dengan memensiunkan nomor mobil Bianchi. Nomer mobil 17, adalah nomer yang salama ini digunakan oleh Jules Bianchi, selama membela Marrusia.  Presiden FIA, Jean Todt, mengatakan bahwa langkah untuk memensiunkan nomor 17 milik Bianchi adalah tepat.

“Dengan dipensiunkannya nomor 17 maka nomor tersebut tidak dapat digunakan lagi di ajang FIA Formula One,” tambahnya.

Kematian Jules Bianchi, menjadi yang pertama, setelah terakhir kali juara dunia tiga kali, Aryton Senna, juga meninggal karena kecelakaan di sirkuit  pada 1994. Saat itu mobil Senna menghantam separator di pinggir trek San Marino. RIP Bianchi…. Baca juga Rp 1,3 Miliar, untuk Modifikasi Jeep Milik Mayweather dan Logo Blue Core Gantikan Slogan Semakin di Depan pada Yamaha YZR-M1.

 

Top