Suzuki Sarankan Penggunanya Tetap Pakai BBM RON 92

Suzuki Himbau Penggunanya Untuk Menggunakan BBM RON 92 – Sebentar lagi, pemerintah akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan menggantinya dengan BBM jenis baru, yaitu Pertalite. Pertalite sendiri merupakan BBM jenis baru yang memiliki kandungan research octane number (RON) lebih tinggi dari Premium, yaitu 90. Sedangkan Premium merupakan BBM dengan RON 88.

suzuki-himbau-penggunanya-untuk-menggunakan-bbm-ron-92

Berkaitan dengan rencana peralihan Premium ke Pertalite, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan himbauan kepada para penggunanya agar tetap menggunakan BBM dengan RON 92 atau Pertamax. Himbauan terhadap pengguna kendaraan Suzuki ini secara langsung disampaikan oleh Service Head PT SIS, Riecky Patrayudha.

“Untuk motor-motor baru Suzuki yang memiliki rasio kompresi tinggi, seperti Suzuki Satria FU atau Address memang kami sarankan untuk tetap memakai bahan bakar RON 92,” ujar Riecky seperti dikutip dari detikOto pada Jumat (24/7).

Lebih lanjut, Riecky menyatakan bahwa motor-motor produksi baru dari Suzuki, terutama yang sudah menggunakan teknologi injeksi, untuk tetap menggunakan BBM dengan RON 92 atau Pertamax. Hal ini karena BBM RON 92 sendiri memang yang paling pas dan sesuai dengan karakter mesin motor-motor tersebut.

separator

“Yang baru-baru, apalagi motor injeksi disarankan agar tetap memakai RON 92 (Pertamax). Satria FU walaupun masih pakai karbu tetap kami sarankan agar menggunakan RON 92 karena menyesuaikan dengan karakter mesinnya,” imbuh Riecky.

Meski belum diuji secara resmi oleh Suzuki, bahan bakar minyak jenis Pertalite tetap bisa digunakan untuk motor-motor baru Suzuki. Namun ada kemungkinan tenaga yang akan dihasilkannya tidak bisa maksimal jika menggunakan Pertalite. Sebagai informasi, Pertalite sendiri memiliki RON 90, di bawah Pertamax. Meskiun diklaim lebih baik daripada Premium, namun performa yang dihasilkannya tak akan semaksimal Pertamax. BBM jenis Pertamax sendiri akan menghasilkan pembakaran di bagian mesin yang lebih sempurna.

“Kalau secara spek sih di atas kertas kami yakin bisa karena disarankan pakai RON 92 pun konsumen banyak yang pakai RON 88. Hanya saja pasti ada resikonya untuk jangka pendek, ada loss tenaga saja,” tegas Riecky.

Pemerintah memang tengah mempersiapkan konversi dari Premium ke Pertalite dalam waktu dekat. Baca juga Pertalite Segera Hadir di SPBU dan Mencuci Motor Dalam Keadaan Mesin Panas, Timbulkan Resiko.

Top