Fiat Chrysler Batal Buka Pabrik di Indonesia. Ada Apa?

Bea Masuk Naik, Investor Enggan Mampir ke Indonesia – Beberapa bulan lalu, Fiat-Chrysler harus menelan pil pahit, karena pengajuan kerjasamanya kepada General Motors (GM) ditolak mentah-mentah. Sejatinya, ide untuk melakukan merger itu, dilakukan Fiat, sebagai usaha untuk menghemat biaya produksinya, sekaligus memperbesar usahanya. Kini, kabar kembali hadir dari Fiat Chrysler Automobiles (FCA). Kali ini salah satu raksasa otomotif dunia membawa berita yang bersinggungan langsung dengan Indonesia. Jadi berita buruk, pabrikan Amerika-Italia itu tidak jadi membangun pabrik di Indonesia. Apa alasannya?

Fiat Chrysler Batal Buka Pabrik di Indonesia

Ternyata, pihak Fiat Chrysler Automobiles menilai bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia cukup membingungan. Dengan kebijakan yang berubah-berubah, membuat Fiat akhirnya membatalkan rencana investasinya di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan oleh pihak Garansindo Inter Global melalui CEO mereka. Kebijakan yang dimaksud, termasuk pada bea cukai yang mengalami kenaikan begitu tinggi.

“Hal ini terjadi karena tidak jelasnya kebijakan dari pemerintah, diawali dengan kenaikan PPnBM, sampai bea masuk kemarin yang naik 50 persen,” ujar CEO Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah.

“Padahal saya sudah bolak-balik membicarakan iklim investasi di Indonesia yang baik selama 2 tahun terakhir ini kepada Fiat Chrysler Automobiles (FCA). Namun akhirnya mereka memutuskan untuk memilih negara lain,” ujar lelaki yang akrab disapa Memet itu.

separator

Tak bisa dipungkiri lagi, bahwa kebijakan pemerintah yang tidak jelas ini, membuat Indonesia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan investasi dari pabrikan global. Padahal keinginan FCA sebelumnya, jelas menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia. Namun apa yang menjadi kebijakan pemerintah, justru dianggap sebagai regulasi yang tak jelas, bagi para investor. Padahal jika investasi itu tak dibatalkan oleh pihak Fiat, sejatinya Indonesia bisa merasakan keuntungan seperti yang dirasakan oleh India. Beberapa hari lalu, FCA memang memutuskan untuk berinvestasi sebesar US$ 280 juta untuk membangun pabrik di India. Pabrik itu akan dioperasikan bersama pabrikan India Tata Motors.

Apa yang dirasakan sebagai kendala bagi investor, juga dibenarkan oleh Memet sendiri. Menurutnya, bea masuk sebenarnya tidak menjadi masalah, dengan catatan pasar mobil tengah bagus. Namun di saat penjualan mobil turun drastis seperti sekarang, menaikkan bea masuk sama saja dengan bunuh diri. Bagaimana tidak, sebenarnya Indonesia sendiri banyak dilirik oleh investor asing, pasca krisis Yunani. Saat ini perekonomian Eropa tengah lesu,  karena dipicu krisis di Yunani dan melemahnya perekonomian Turki. Baca juga Semua Motor Yamaha Andalan YIMM Cocok Gunakan Pertalite dan BBM Pertalite Dianggap Tak Sesuai untuk Kendaraan di Indonesia.

 

Top