MotoGP vs WSBK, Balapan Motor Bergengsi yang Berbeda

MotoGP vs WSBK, Balapan Motor Bergengsi yang Berbeda – Saat ini pada ajang balap motor bergengsi di dunia memang terdapat dua perlombaan, yakni balap MotoGP dan World Superbike Championship (WSBK). Bagi sebagian orang awam yang melihat dua perlombaan balap motor antara MotoGP dan WSBK pasti dilihat dari karakter motor yang digunakan. Hal tersebut memang benar, namun ternyata ada banyak perbendaan yang terdapat pada kedua ajang perlombaan tersebut.

MotoGP vs WSBK, Balapan Motor Bergengsi yang Berbeda

Ajang balap MotoGP memang merupakan kompetisi balapan motor yang menggunakan motor prototype khusus balap. Sedangkan di ajang WSBK atau Superbike sendiri menggunakan motor produksi masal. Berbeda dengan MotoGP yang memiliki aturan tidak terlalu ketat saat suatu pabrikan ingin berpartisipasi, maka ajang WSBK memiliki aturan cukup ketat yakni wajib menjual tipe motor yang digunakan untuk berkompetisi dalam target penjualan jumlah tertentu.

Lebih jauh lagi, motor balap yang digunakan pada kedua ajang tersebut pun memiliki perbendaan sangat besar. Apabila di ajang balap MotoGP, pabrikan bebas memilih komponen atau material dan teknologi terbaik yang dapat mencapai biaya pengembangan sangat tinggi. Maka dalam ajang WSBK atau Superbike tidak begitu, meskipun untuk biaya pengembangannya juga tergolong tinggi namun tidak setinggi MotoGP.

“Sebenarnya melakukan pekerjaan di MotoGP dan WSBK hampir sama. Hanya saja level kompetisi di MotoGP sudah sangat tinggi. Butuh konsentrasi tinggi jika ingin melakukan setiap perubahan setup pada motor. Pembalap juga benar-benar harus menyampaikan sisi yang membuatnya tak merasa nyaman agar setup untuk membuat nyaman dan pede dengan motornya tepat sasaran,” ujar Silvano Galbusera yang membandingkan pengalamannya sebagai kepala mekanik di ajang WSBK dan MotoGP.

Silvano yang saat ini menjadi kepala mekanik dari tim Valentino Rossi merasa bahwa di ajang balap MotoGP mememrlukan kesempurnaan performa motor secara keseluruhan untuk berperan besar dalam prestasi pembalap dan tim.

“Jika beda performa motor 0,1 detik saja, perbedaan di akhir balapan baru akan terlihat bahwa selisihnya jadi dua detik. Itu berarti satu atau dua posisi di belakang pembalap lainnya. Jadi pengaruhnya sangat besar”, tambah Silvano.

“Di WSBK, jika setup motor hanya 90 persen, namun jika Anda memiliki pembalap dengan karakter gaya balap yang bagus, masih berpotensi meraih kemenangan. Tapi di MotoGP itu tak berlaku, syarat utamanya adalah motor harus sempurna untuk trek dan kondisi yang ada,” jelasnya.

Kondisi tersebut pernah dirasakan oleh Marco Melandri yang merupakan pembalap Italia yang sebelumnya tampil biasa saja bersama tim Gresini Honda pada MotoGP 2010. Namun saat ia pindah ke ajang balap WSBK bersama Yamaha pada tahun 20111 ia menjadi penantang terbaik dalam meraih titel juara dunia dan akhirnya berhasil menjadi runner up. Namun setelah ia kembali pindah ke MotoGP bersama tim Aprilia Racing ia tetap tidak bisa berbuat banyak. Baca juga New Kawasaki Ninja ZX-10R Bakal Meluncur Tahun 2016 dan Casey Stoner Pasca Kecelakaan di Sirkuit Suzuka.

Top