Kawasaki Jepang Sempat Turun Tangan Agar Ninja 2-Tak Lolos Euro 3

KHI Sempat Turun Tangan Agar Ninja 2-Tak Lolos Euro 3 – Setelah pengumuman penghentian produksi (discontinue) produk andalan Kawasaki yaitu Kawasaki Ninja 150 2-tak oleh Kawasaki Motor Indonesia (KMI) beberapa saat lalu memang begitu disayangkan oleh pecinta otomotif tanah air. Ternyata selain KMI yang berjuang keras agar Kawasaki Ninja 150 2-tak tetap dapat diproduksi dan dijual di Indonesia. Ada pula Kawasaki Heavy Industri (KHI) yang mendukung keputusan dari KMI. Bahkan KHI di Jepang diketahui telah membantu dalam segala hal agar motor sport 2-tak andalan Kawasaki Indonesia ini dapat bertahan.

Riwayat Kawasaki Ninja 150 2-Tak Akhirnya Tamat

Diketahui bahwa tim Research and Develpment (R&D) Kawasaki Heavy Industri (KHI) turut ikut campur untuk mengembangkan mesin 2-tak dari Kawasaki Ninja yang ada agar lebih ramah lingkungan. Segala macam cara diuji dan diterapkan, hingga akhirnya berhasil menemukan formula untk menembus regulasi standar emisi Euro3.

Advertisement

Namun hasil positif yang ditemukan tersebut berkata lain. Sebab meskipun telah lolos Euro3, jika Kawasaki Ninja 150 2-tak tetap diproduksi maka akan membutuhkan biaya produksi yang jauh lebih besar. Padahal menurut KHI, hal tersebut tidak sesuai dengan target pasar Kawasaki Ninja 2-tak yang ada. Hingga akhirnya produksi Kawasaki Ninja 2-tak ini pun resmi diberhentikan pada akhir Juli 2015 kemarin.

Meski begitu sampai beberapa bulan mendatang, motor sport 2-tak yang sangat populer dikalangan anak muda ini masih tetap dipasarkan. Diberitakan pula untuk dukungan part dari motor Kawasaki ini tetap akan berjalan sampai 10 tahun kedepan.

”Penjualan Ninja 2-tak tetap akan berjalan. Ini akan menjadi produksi Ninja 2-tak di dunia, jadi jangan sampai terlewat kesempatan memiliki sepeda motor sport legenda ini. Jangan khawatir, regulasi ini hanya berlaku untuk produksi. Anda masih bisa membelinya,” kata Yusuke Shimada, Asisten GM Pemasaran KMI.

Dikabarkan bahwa produksi terakhir di pabrik KMI Pulogadung, Jakarta Timur yang dilakukan terakhir kali pada 31 Juli 2015 lalu, menyisakan stok yang cukup banyak. Dimana KMI yakin stok tersebut akan habis dalam waktu dua bulan kedepan. Sisa stok tersebut yang tak lebih dari 5.000 unit pun diprediksi akan menjadi bahan perebutan bagi konsumen untuk koleksi pribadi. Baca juga Norton Siapkan Superbike Baru dan Andi Gilang Gantikan M Fadli yang Cedera.

Top