Red Bull Ingin Mesin yang Lebih Bisa “Berbicara” Tahun Depan

Belum Juga Memuncaki Klasemen, Red Bull Ingin Mesin yang Lebih – Musim ini, Red Bull memang masih bekerjasama dengan pabrikan Perancis—Renault untuk membesut mesin pada kendaraan mereka. Namun hingga kini Red Bull merasa masih cukup bermasalah dengan mesin yang digunakan untuk ajang Grand Prix (GP). Sejauh ini Red Bull Renault masih bertengger di posisi keempat klasemen sementara konstruktor dengan raihan 96 poin. Capaian terbaik Red Bull adalah mengamankan podium kedua dan ketiga pada race di Hungaria, 26 Juli 2015. Pencapaian tersebut, membuat Red Bull mengingkinkan mesin yang “lebih” untuk performanya tahun depan.

Red Bull Ingin Mesin yang Lebih

Bicara soal masa depan tim balapnya, Bos besar Red Bull Racing–Christian Horner pun memberi sebuah “peringatan” pada Renault, sebagai pemasok mesin. Horner menginginkan mesin yang dihadirkan lebih mumpuni, daripada mesin yang digeber di musim ini.

“Apapun yang mereka lakukan mereka harus membuat mesin yang kompetitif dan kami jelas telah menyatakan bahwa kami adalah tim besar. Apapun yang mereka lakukan tak akan memengaruhi kami,” tambahnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, Red Bull cukup kewalahan dengan mesinnya musim ini. Hal tersebut terbukti di beberapa seri yang telah berlangsung. Tim F1 yang bermarkas di Inggris itu, meraih hasil mengecewakan dalam balapan seri pembuka di Melbourne, Australia, .Permasalahan gearbox yang terlalu panas lah, yang menyebabkan performa yang jelas tak maksimal itu. Saat itu, mereka mengandalkan mesin Renault RB11. Selanjutnya, Akhir Maret lalu, Renault mengklaim telah menyiapkan mesin yang mumpuni untuk melibas seri Grand Prix (GP) Malaysia di Sirkuit Sepang. Namun hasilnya pun masih nihil alias tak bisa membuat Red Bull “bicara” banyak di sirkuit. Lagi-lagi, mesin menjadi masalah utama.

Advertisement

Permasalahan mesin memang menjadikan hubungan kerjasama Red Bull dan Renault cukup terganggu. Hubungan mereka bahkan sempat memanas akibat mesin yang tak kunjung kompetitif. Padahal rival utama mereka seperti Ferrari dan Mercedes sudah beberapa langkah lebih maju dibandingkan Red Bull.

“Mereka (Renault) tak punya pilihan lain untuk mereka senidri. Mereka benar-benar membutuhkan arahan yang benar dan baik pada perkembangan mesin untuk tahun depan,” tegas Horner mengutip Crash. Baca juga Jelang MotoGP Ceko 2015, Lorenzo Ogah Kalah Lagi dan Norton Siapkan Superbike Baru.

 

 

Top