Wow, Ternyata ECU Daytona Ada yang Dirancang oleh Anak Bangsa

Intip Asal-Usul ECU Daytona Buah Karya Anak Bangsa – Hallo bro dan sis, berjumpa kembali dengan Mas Sena. Pada kesempatan kali ini Mas Sena akan menyampaikan informasi mengenai dunia balap motor. Tentu saja bagi bro dan sis yang berkaitan langsung dengan dunia balap motor atau minimal mengeri tentang hal tersebut sudah tidak asing lagi dengan perangkat ECU. Ya, perangkat Electronic Control Unit (ECU) merupakan sebuah otak yang dapat menjalankan berbagai fungsi dalam mengatur mesin atau komponen lainnya pada sebuah kendaraan baik itu mobil atau motor yang sudah mengadopsi sistem injeksi. Sedangkan untuk sistem penyuplaian bahan bakar atau karburator, perangkat ini bernama CDI. Nah bagi bro dan sis yang paham akan perangkat ini tentu saja sudah familiar dengan merek produk ECU asal Jepang, Daytona. Ternyata produk komponen balap besutan Daytona yang dijual dipasaran salah satunya ada yang dirancang oleh anak bangsa yakni oleh peneliti di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Intip Asal-Usul ECU Daytona Buah Karya Anak Bangsa

Perangkat  ECU Daytona yang dirancang oleh anak bangsa sebenarnya bernama Iquteche. Namun di pasaran, produk tersebut berhak dijual atas nama Daytona setelah terjalinnya kerja sama antara ITS dan Daytona yang terjadi pada tahun 2014 untuk lima tahun kedepan, yang artinya hingga tahun 2019 mendatang.

Pihak perancang yakni Galih Atmojo, selaku Direktur Operasional Iquteche pun menjelaskan bahwa pengembangan ECU yang dilakukan oleh tim peneliti dimulai dari rasa kecewa terhadap penggunaan produk asal Australia yang digunakan untuk berkompetisi pada ajang perlombaan kendaraan injeksi teririt antar-mahasiswa di Malaysia pada tahun 2010 silam.

“Harga ECU itu mahal, bisa sampai Rp 10 juta. Tapi gampang rusak, kita sudah pakai empat unit rusak semua. Terus kita rencanakan bagaimana caranya kita pelajari dan bikin sendiri. Sejak saat itu dikembangkan terus sampai 2012, sudah mulai fix desainnya, kita uji terus di lomba. Akhirnya kita pakaikan di sepeda motor, lalu pada 2013 sudah dipasarkan sendiri,” jelas Galih.

Dengan pengembangan yang makin baik maka menarik minat Daytona untuk bekerja sama dengan ITS, yang akhirnya pada tahun 2014 tercipta perangkat ECU Daytona yang berupa prototype untuk balap.

“Mungkin mereka ingin ECU yang bisa diprogram lewat perangkat lunak. Jadi, setting bisa diubah sendiri dan variabelnya banyak. Mereka request sample untuk diuji sendiri, setelah itu diuji di Yamaha cup race sampai barang siap dijual,” imbuhnya.

ITS sendiri sebenarnya hanya bertugas untuk memprogram ECU, sedangkan untuk produski sendiri dilakukan di Bogor, Jawa Barat. Pihak ITS pun menyediakan program setingan ECU yang dapat disesuaikan dengan mudah untuk berbagai keperluan, yang mana dapat memanfaatkan komputer dan smartphone Android. Baca juga Jelang MotoGP Inggris, Duo Yamaha Berebut Podium Terbaik dan Rupiah Lesu, Akankah Harga Moge Jepang Ikut Melonjak.

Top