Buat Jaga-Jaga! Kenali Penyebab Motor Turun Mesin

Mengenal faktor pemicu motor mudah/cepat turun mesin yang harus dipahami

Motor Turun Mesin – Tak bisa untuk kita pungkiri bahwa istilah turun mesin seringkali menjadi momok bagi semua pemilik kendaraan bermotor.

Wajar saja, mengingat jikalau motor sudah divonis dan dipastikan harus turun mesin, maka sudah barang tentu akan banyak membutuhkan biaya yang tak murah.

Bahkan, untuk 1 motor saja, kemungkinan akan membutuhkan biaya hingga jutaan sebagai dana untuk jasa perbaikan turun mesin.

Belum lagi dengan biaya untuk pembelian spare part yang mungkin saja membutuhkan biaya lebih mahal.

Penyebab Motor Turun Mesin

Oleh sebab itu, meski turun mesin pada kendaraan motor pasti ada waktunya, namun Anda sebagai pemilik kendaraan roda dua bisa menekan atau mencegah percepatan vonis turun mesin.

Dimana, diperlukan berbagai langkah perawatan konkrit guna mencegah kondisi kerusakan fatal di sektor mesin. Sehingga, motor pun masih layak untuk dikendarai.

Nah, terkait dengan soal turun mesin, sebagai bahan informasi saja bahwa ada beberapa faktor penyebab motor turun mesin yang perlu Anda pahami sebagai langkah preventif guna berjaga-jaga agar motor tidak mudah mengalami kerusakan.

Penyebab Motor Turun Mesin

Untuk Anda ketahui bahwa ada beberapa alasan kuat yang membuat motor Anda harus mengalami perbaikan besar-besaran (turun mesin). Yang mana, hal itu dipicu oleh beberapa faktor, antara lain sebagaimana yang akan dijelaskan dalam uraian berikut ini.

Ciri Ciri Motor Pernah Turun Mesin

Seringkali Telat Ganti Oli

Pertama dan jelas bahwa penyebab utama dari kondisi motor harus turun mesin dipicu oleh masalah pada sektor permesinan.

Dimana, seringkali telat ganti oli mesin menjadi faktor utama yang membuat mesin motor harus dibongkar dan diperbaiki besar-besaran.

Terkait dengan oli, dalam aspek ini memang tak bisa dipungkiri jika oli mesin merupakan bagian penting di sepeda motor.

Yang mana, dalam hal ini tentu tugas dan perannya terbilang sangat vital, untuk membantu mendinginkan suhu serta meminimalisir gesekan di mesin.

Pelumas ini bekerja dengan mengisi celah-celah di antara roda-roda gigi gear dan bagian mesin lainnya.

Adanya oli tentu akan sanggup memastikan bahwa semua bagian atau komponen dalam mesin motor telah terlumuri dengan baik. Dengan begitu, semua bagian yang bergerak bisa bersentuhan dengan lebih halus.

Jika oli tidak diganti maka gesekan yang terjadi akan semakin kasar. Imbasnya, semua komponen akan menjadi cepat aus. Gesekan yang tinggi juga membuat kerja seher dan setang menjadi lebih berat.

Oleh sebab itu, selalu rutin ganti oli mesin dengan pelumas berkualitas dan cocok adalah langkah pencegahan terbaik untuk menghindari turun mesin dini.

Motor Sering Dipaksa Menerobos Banjir

Siapa sangka, ternyata meskipun motor memiliki ketangguhan dalam menerobos banjir, nyatanya kondisi tersebut berdampak negatif bagi sektor permesinan pada motor.

Kenapa demikian? Pasalnya, saat menerobos banjir atau genangan air tentu saja akan memperbesar resiko air masuk ke mesin dan bercampur dengan pelumas.

Dalam hal ini, bilamana air sampai masuk, tentunya efek yang ditimbulkan tidak akan langsung terasa, terlebih kalau jumlahnya hanya sedikit.

Salah satu yang jelas adalah air yang masuk ke sektor mesin akan memicu munculnya korosi atau karat yang pada akhirnya bila dibiarkan bakal memunculkan baret.

Jika sudah demikian maka salah satu cara mengatasinya tentu dengan melakukan pembongkaran atau turun mesin.

Dengan begitu maka sangat disarankan sekali untuk sebisa mungkin menghindari menerobos banjir sebagai tindakan pencegahan atau preventif dalam menjaga sektor permesinannya.

Air Radiator Jarang Dicek

Kemudian, aspek lain yang tentu saja berpengaruh pada percepatan waktu turun mesin pada motor bisa juga karena jarang melakukan pengecekan pada radiator.

Bahkan, jarang mengganti atau mengisi air radiator sangat besar kemungkinannya merusak parah pada bagian permesinan.

Karena, peran air radiator sendiri berfungsi sebagai pendingin atau penstabil suhu di dalam ruang mesin yang tentunya akan mengalami kenaikan suhu ketika mesin bekerja.

Maka, jika air radiator habis, mesin akan cepat panas. Bahkan, akan sempat mengalami overheating (panas yang berlebihan) yang mana akan memicu kondisi dimana mesin bisa nge-jam.

Bagian dalam mesin mengembang mengingat telah terlampau panas, oli tidak bisa bersirkulasi dengan baik, dan ruang gerak piston terlalu rapat.

Jika piston tak mampu bergerak maka efeknya motor akan mengalami kehilangan tenaga, meskipun motor telah digas.

Bila kondisi ini dibiarkan saja maka akan berimbas pada kerusakan di komponen lain. Sepeti blok silinder yang baret, setang seher patah, bahkan klep pun bisa bengkok/tidak presisi.

Oleh sebab itu, sangat penting sekali bagi Anda dalam menjaga air radiator tetap dalam kondisi penuh. Dan, akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan cairan coolant yang memang dikhususkan sebagai cairan pendingin mesin.

Biaya Motor Turun Mesin

Bore Up yang Berlebihan

Istilah bore up bukan merupakan istilah asing bagi para pecinta modifikasi motor. Dimana, modifikasi setting bore up seperti ini bertujuan untuk meningkatkan performa motor. Bore up berarti menaikkan cc mesin untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar.

Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa bore up juga memiliki efek samping. Mengingat, settingan bore up di sini secara otomatis akan memaksa setiap bagian komponen untuk bekerja lebih keras.

Resikonya jelas bahwa tiap komponen akan lebih cepat mengalami aus dan membuat potensi motor turun mesin pun jauh lebih besar.

Maka dari itu, sangat tidak disarankan untuk melakukan bore up. Apalagi, jika bore up mesin tidak dalam pengawasan ahli profesional.

Jika Anda tidak ingin cepat-cepat turun mesin, lebih baik menggunakan setelan pabrik saja yang tentunya sudah diperhitungkan secara matang-matang.

Sering Telat Service Rutin

Sudah tak asing lagi bahwa setiap kendaraan, termasuk sepeda motor membutuhkan treatment berupa service rutin.

Yang mana, dalam proses service rutin tentunya akan dilakukan berbagai pengecekan mendalam sekaligus membersihkan area pada mesin motor.

Jika service jarang dilakukan maka sudah barang tentu potensi kerusakan pada bagian ruang pacu pun menjadi lebih besar.

Bahkan, tak bisa dipungkiri lagi jikalau service sudah tidak dilakukan beberapa bulan, masalah demi masalah pada area ruang pacu (mesin) motor akan mulai bermunculan.

Parahnya, kondisi motor yang jarang diservice tentu sudah bisa diprediksi bakal mengalami turun mesin.

Turun Mesin Pada Motor

Nah, sampai di sini, Mas Sena berharap bahwa dengan Anda memahami berbagai penyebab motor cepat mengalami kerusakan dan harus turun mesin, tentu Anda bisa mencegah berbagai faktor pemicu yang telah diuraikan di atas.

Satu poin yang paling penting adalah selalu rutin mengganti oli mesin dan rajin mengecek kondisi raditor. Mengingat, keduanya berperan dan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi mesin motor.

Oke teman-teman, semoga dari berbagai penjelasan mengenai faktor penyebab mesin motor turun mesin di atas bisa jadi sumber referensi untuk Anda semua agar selalu ready dalam merawat motor. Semoga bermanfaat, sampai ketemu lagi di lain kesempatan.

Bagan