Ini Penyebab Suspensi Motor Keras dan Solusi Pencegahannya

Mengenal lebih jauh faktor penyebab suspensi pada motor terasa keras dan cara untuk mencegahnya

Suspensi Motor Keras – Tak bisa dipungkiri bahwa sektor suspensi merupakan salah satu bagian penting pada kendaraan. Termasuk dalam hal ini kendaraan roda dua.

Perannya tentu tak bisa dilepaskan dari fokus sebagai penjaga kestabilan motor sekaligus menahan beban untuk menjamin kenyamanan pengendara maupun penumpangnya.

Dengan begitu, perannya yang penting tersebut menandakan bahwa keberadaan suspensi memang harus selalu terawat dan terjaga. Sehingga, fungsinya pun bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Apalagi, jika motor Anda seringkali digunakan untuk dikendarai melewati medan jalan terjal dan bergelombang. Sudah pasti akan berpotensi memicu masalah jika tidak diperhatikan atau dirawat sebagaimana mestinya.

Penyebab Suspensi Motor Keras

Salah satu masalah yang seringkali dihadapi dan ditemui adalah kondisi dimana suspensi motor keras. Yang mana, menandakan bahwa ada masalah atau kendala pada suspensi motor tersebut.

Oleh karenanya, diperlukan langkah pengecekan secara mendalam bila sudah terjadi hal yang demikian. Sebab, bila dibiarkan maka akan membuat kerusakan bertambah parah.

Lalu, apa sih yang menyebabkan suspensi pada motor keras?

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Mas Sena akan memaparkan beberapa faktor penyebab suspensi motor keras sekaligus solusi pencegahan dan perawatannya.

Penyebab Suspensi Motor Keras

Beberapa faktor penyebab suspensi motor mengalami masalah. Apa saja itu? Berikut penjelasan lengkapnya.

Suspensi Motor Rusak

Pelumas Berlebihan

Faktor paling berpengaruh terhadap shockbreaker atau suspensi motor menjadi terasa keras adalah dikarenakan pada kapasitas minyak pelumas yang tentunya terlalu banyak.

Dimana, minyak pelumas yang berlebihan pada tabung menyebabkan efk bantingan keras. Apalagi, ketika motor dikendarai di jalan yang tak rata atau berlubang.

Begitu juga sebaliknya. Bilamana pelumas berada di bawah kapasitas standar maka bakal memberikan dampak buruk pada kinerja shockbreaker tersebut.

Maka dari itu, rutin mengecek bagian pelumas pada shockbreaker atau suspensi motor untuk mengetahui bagaimana kondisi pelumasnya. Jika berada di bawah indikator maka sebaiknya diisi pelumas sampai pada batas indikator tertentu.

Garpu Suspensi Alami Bengkok (Tidak Presisi)

Di sisi lain, masalah yang mungkin saja terjadi sekaligus menjadi penyebab masalah suspensi keras tentu saja tak bisa dilepaskan dari kondisi rangka atau garpunya.

Yang mana, garpu suspensi umumnya mengalami kondisi bengkok yang membuatnya menjadi kurang presisi. Sehingga, jika ini dibiarkan maka akan memicu bantingan keras, apalagi jika Anda sedang melewati medan berlubang.

Salah satu solusi terbaik yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pengecekan mendalam di bengkel.

Karena, mungkin pemeriksaan akan sulit dilakukan secara mandiri di rumah mengingat keterbatasan alat.

Maka dari itu, sesegera mungkin untuk membawanya ke bengkel tanpa perlu menunggu waktu lama untuk meminimalisir terjadinya masalah pada bagian shockbreaker yang bengkok ini.

Sebab, jika sudah terindikasi bengkok maka dipastikan kerusakannya sudah cukup parah.

Shockbreaker Kotor dan Terkena Air

Masalah lain yang menjadi pemicu atau penyebab terjadinya suspensi yang keras pada motor, bisa dipicu karena kondisi shockbreaker yang sudah kotor. Baik karena debu maupun disebabkan terkena lumpur saat hujan.

Bila kotoran ini dibiarkan tanpa dibersihkan maka dipastikan akan membuatnya menempel dan menjadi kerak. Sehingga, akan memicu terjadinya masalah pada suspensi

Salah satunya yakni membuat kondisi suspensi menjadi keras dan tidak fleksibel. Jika demikian maka akan membuat berkendara menjadi tidak nyaman sama sekali.

Oleh sebab itu, solusi paling tepat untuk mengatasinya adalah dengan secara rajin membersihkan bagian shockbreaker dengan cara mencuci dan membilasnya rutin.

Setidaknya, sesaat setelah motor digunakan berkendara melewati medan jalan berlumpur. Dimana, hal ini akan mencegah suspensi rusak.

Sehingga, diharapkan dengan secara rajin dan rutin membersihkan shockbreaker yang kotor kemungkinan besar bisa menjaga kelenturan saat berkendara.

Perawatan Suspensi Motor

Kualitas Pelumas Menurun

Secara garis besar, pelumas pada suspensi sebenarnya tak berbeda jauh dengan pelumas atau oli mesin.

Yang mana, harus diganti pada waktu tertentu. Hanya saja untuk kurun waktu atau masanya sedikit berbeda dengan penggantian pelumas mesin.

Nah, bila Anda mendapati kondisi suspensi keras namun kapasitas pelumasnya masih normal, itu pertanda kualitas pelumasnya sudah tidak layak pakai.

Apalagi, di saat musim hujan yang sudah barang tentu ada potensi bahwa pelumas dalam shockbreaker bisa larut sewaktu-waktu yang mengakibatkan suspensi motor tidak akan bekerja dengan maksimal.

Oleh karenanya, sebaiknya Anda melakukan penggantian pelumas suspensi secara teratur guna menjaga agar fleksibilitas suspensi tetap terjaga secara maksimal sekaligus menghindari masalah yang lebih parah.

Sering Membawa Beban Berlebih

Penyebab suspensi motor terasa keras dan tidak fleksibel juga bisa dipengaruhi karena motor seringkali digunakan untuk membawa beban berlebih.

Bukan tanpa alasan mengingat motor yang memiliki intensitas membawa barang berlebih akan memaksa suspensi untuk menstabilkan bobot motor.

Dengan kata lain, tugas suspensi pun akan semakin bertambah. Yang mana, bila terjadi secara terus menerus maka akan membuat suspensi menjadi jauh lebih berpotensi mengalami kerusakan karena tekanan berat yang terus menerus.

Maka dari itu, sangat disarankan sekali untuk sebisa mungkin menghindari atau setidaknya meminimalisir membawa beban berat saat mengendarai motor. Apalagi ketika melewati jalanan yang berlubang.

Shockbreaker Kurang Berkualitas

Tak hanya itu saja, ternyata tipe shockbreaker pun juga turut menjadi salah satu aspek yang banyak memberikan pengaruh terhadap kondisi fleksibilitasnya.

Dimana, shockbreaker yang kurang berkualitas akan jauh lebih berpotensi mengalami kerusakan secara cepat. Bahkan, bila kualitasnya abal-abal, tentu saja akan membuat fleksbilitasnya pun akan kurang maksimal.

Solusinya jelas, Anda harus menggunakan tipe suspensi yang benar-benar handal dan original sesuai standar pabrikan.

Dengan begitu masalah pada suspensi pun bisa dicegah atau diminimalisir secara maksimal. Setidaknya, keawetannya jauh lebih lama dibandingkan dengan suspensi KW.

Hanya saja, konsekwensinya terletak di harganya yang mana untuk tipe original akan dibanderol lebih mahal.

Usia Motor

Faktor lain yang memang menjadi penyebab suspensi pada motor menjadi keras, biasanya juga tak bisa dilepaskan dari usia motor itu sendiri.

Yang mana, usia motor akan sangat berpengaruh pula pada kualitas atau daya pegas daripada suspensi tersebut. Sehingga, semakin usianya tua maka performa suspensi pun akan ikut meurun seiring bertambahnya usia motor.

Untuk solusinya, sebaiknya Anda menggunakan shockbreaker ori yang sesuai dengan spek motor tersebut.

Selain itu, rajin membersihkan dan mengontrol minyak pelumas sebagai langkah untuk menjaga agar di usianya yang sudah lama bisa tetap dalam kondisi prima.

Cara Mengatasi Suspensi Motor Rusak

Bagaimana kawan? Sudah tentu beberapa penjelasan di atas bisa menjadi tambahan referensi bagi Anda semua. Khususnya yang seringkali mengalami masalah suspensi motor keras atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Dengan mengetahui penyebab maupun solusi cara mengatasi atau mencegahnya, diharapkan sektor suspensi pada motor Anda selalu dalam keadaan prima.

Mas Sena harap, informasi mengenai penyebab suspensi motor keras ini bisa menjadi salah satu artikel yang memberikan manfaat untuk kawan-kawan semua. Sekian dan sampai berjumpa kembali.

Bagan