Perawatan Motor Setelah Turun Mesin

Tips merawat motor yang tepat setelah turun mesin

Perawatan Motor Setelah Turun Mesin – Masa pakai kendaraan bermotor agaknya memang menjadi faktor utama yang berakibat pada keharusan untuk turun mesin.

Hal itu tentu menjadi suatu kewajaran mengingat masa pakai komponen mesin yang sudah sangat lama memang sudah sepatutnya untuk segera diganti. Dimana, kondisi seperti ini adalah hal lumrah.

Istilah turun mesin sendiri memang bagi sebagian orang terdengar cukup “mengerikan”. Padahal, sebenarnya istilah turun mesin pada motor adalah hal yang dinilai positif mengingat mesin bakal mendapat perawatan dan perbaikan mendalam guna mengembalikan performa agar kembali normal.

Perawatan Motor Setelah Turun Mesin

Nah, terkadang tak sedikit yang belum tahu bahwa ada perawatan motor setelah turun mesin yang juga wajib dipahami. Karena, setelah perbaikan turun mesin, ada beberapa poin atau garis besar yang perlu dilakukan untuk mengembalikan performa motor supaya kembali dalam kondisi yang normal.

Maka dari itu, sangat diperlukan sekali langkah-langkah terkait dengan perawatan motor setelah turun mesin. Hal ini juga diupayakan agar perbaikan saat turun mesin tidak sia-sia mengingat jika gagal, justru akan membuat kondisi motor jauh lebih buruk.

Tapi jangan khawatir, bagi Anda yang motornya baru saja turun mesin, berikut ini akan Mas Sena ungkap dan uraikan bagaimana perawatan motor setelah turun mesin yang tepat.

Perawatan Motor Setelah Turun Mesin

Di bawah ini adalah beberapa tips mengenai perawatan motor setelah turun mesin yang patut Anda ketahui dan pahami. Berikut penjelasan lengkapnya.

Cara Inreyen Motor Habis Turun Mesin

Perbaiki Pola Berkendara

Pertama-tama dalam perawatan motor setelah turun mesin adalah dengan memperbaiki bagaimana pola Anda dalam mengendarai sepeda motor.

Artinya, Anda harus menghindari beberapa kebiasaan negatif saat mengemudikan motor. Seperti memindah gigi transmisi secara tiba-tiba, menempatkan gigi transmisi yang tepat saat melintasi medan jalan menanjak, dan hindari menerobos genangan air saat banjir.

Selain itu, selalu stabilkan penggunaan gas motor saat berkendara. Tidak secara tiba-tiba digeber melainkan digas secara perlahan.

Hal ini dilakukan supaya mesin pada motor yang baru saja diperbaiki bisa menyesuaikan kembali sesuai porsinya.

Hindari Pemaksaan Kinerja Mesin

Di sisi lain, perawatan motor setelah turun mesin yang perlu dilakukan adalah selalu jaga kinerja mesin dengan tidak memaksakan kinerjanya.

Maksudnya bahwa kinerja motor seusai turun mesin tentu berbeda ketika motor baru yang cenderung memiliki kinerja yang lebih maksimal.

Maka dari itu, untuk penerapan hal ini, hindari dulu menggunakan motor setelah turun mesin untuk dikendarai menempuh jarak jauh, seperti touring antar kota.

Karena, kondisi mesin masih dalam posisi yang belum stabil 100% mengingat baru saja dilakukan beberapa perbaikan maupun penggantian komponen. Maka, perlu penyesuaian.

Cek Komponen Sistem Permesinan

Jangan lupa juga bahwa dalam proses inreyen setelah turun mesin, Anda harus melakukan pemeriksaan secara rutin.

Dimana, pemeriksaan di sini ditujukan dengan mengecek beberapa komponen yang terkait langsung dengan mesin, seperti cek kondisi filter udara, ganti oli secara rutin, dan segera mengganti komponen yang mulai menunjukkan gejala kerusakan atau aus.

Untuk lebih detail dan terperinci, maka Anda bisa melakukan pengecekan ini saat melakukan service rutin atau berkala.

Gunakan Oli yang Sesuai

Selain itu, perawatan motor setelah turun mesin yakni dengan menggunakan oli yang sesuai atau direkomendasikan oleh pabrik.

Karena, oli rekomendasi dari pabrik umumnya sudah disesuaikan dengan spesifikasi pada komponen mesin pada motor tersebut.

Nah, untuk pemilihan olinya sendiri, biasanya Anda bisa melakukan penggantian oli saat melakukan service. Yang mana, oli yang digunakan (khusus bengkel resmi) sudah sesuai standar pabrik.

So, tak ayal bilamana penggunaan oli dasar pada mesin ini sangat perlu mendapatkan perhatian mengingat fungsinya sebagai pelumas serta pendingin suhu mesin. Sehingga, perlu kandungan oli yang cocok dengan spek mesin.

Biaya Motor Turun Mesin

Pakai Bahan Bakat yang Tepat

Maksudnya bahwa Anda harus menggunakan bahan bakar yang memiliki kadar oktan yang sesuai.

Tidak harus beroktan tinggi namun yang sesuai spesifikasi mesin. Misalnya saja untuk motor tahun produksi awal 2000-an, tentu mesinnya disesuaikan dengan bahan bakar pada tahun tersebut.

Sedangkan, untuk motor buatan tahun 2010 ke atas, akan lebih baik menggunakan bahan bakar yang akdar oktannya tinggi, seperti Pertamax atau Pertamax Turbo.

Mengenai soal penggunaan atau pemilihan bakar ini, tentu saja akan membuat sistem pembakaran pada sektor dapur pacu pada motor setelah turun mesin akan memberikan dampak positif, yakni akan menghasilkan pembakaran yang lebih efektif dan efisien.

Ganti Oli Tepat Waktu

Penggantian oli tepat waktu juga menjadi bagian dari upaya perawatan motor setelah turun mesin. Karena, oli mesin yang sudah lama digunakan, tingkat kekentalannya dipastikan akan menurun.

Maka dari itu, bila oli mesin ini tidak segera diganti, dikhawatirkan pelumasan pada setiap sela-sela dari komponen mesin bakal menjadi kurang maksimal.

Bahkan, tak menutup kemungkinan bahwa kondisi suhu mesin menjadi lebih cepat panas dari biasanya karena kandungannya yang sudah mulai melemah.

Tak sampai di situ saja, penggantian oli secara tepat waktu pun juga dipastikan bakal mencegah mesin cepat aus sehingga kerusakan pun bisa dihindari.

Oleh sebab itu, selalu perhatikan jadwal service sekaligus penggantian oli mesin untuk mencegah terjadinya kegagalan turun mesin yang dilakukan sebelumnya.

Hindari Menggeber Gas dan Membawa Penumpang

Di satu sisi, tak bisa dipungkiri bahwa dalam soal perawatan motor setelah turun mesin yang harus Anda pahami adalah dengan melakukan inreyen pada motor Anda.

Perlu diketahui bahwa upaya inreyen adalah langkah melakukan penyesuaian (break-in) komponen mesin sebelum memberikan performa secara lebih maksimal.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah menhindari menggeber gas sampai mentok mengingat akan membuat mesin yang baru saja diperbaiki menjadi “kaget”. So, usahakan untuk menggunakan gas yang lebih terkontrol dan tidak ditarik secara tiba-tiba.

Selain itu, sebaiknya hindari dulu membawa penumpang terlebih dahulu sebelum speedometer mencapai jarak 100 Km.

Mengapa? Karena, kondisi dapur pacu motor setelah turun mesin belum bisa menyesuaikan ketika sedang membawa beban.

Maka dari itu, usahakan untuk tidak membawa penumpang atau beban berlebih terlebih dahulu sebelum sampai pada saat kondisi mesin sudah kuat dan siap.

Berapa Lama Turun Mesin Motor

Dari sekian tips perawatan motor setelah mesin turun tersebut, sebaiknya satu poin yang perlu Anda lakukan adalah perawatan service berkala dan penggantian oli.

Karena, hal ini merupakan perawatan wajib, bahkan saat motor dalam kondisi baru sekalipun. Sehingga, kontrol terhadap performa mesin motor menjadi lebih terkendali.

Dengan demikian maka keberhasilan dari proses inreyen setelah motor turun mesin akan lebih cepat dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi.

Maka dari itu, selalu jaga pola berkendara dan rawatlah kondisi mesin motor sebagaimana tips perawatan yang telah Mas Sena ungkap dan uraikan di atas.

Nah, semoga tips otomotif mengenai perawatan motor setelah turun mesin di atas bisa menjadi sumber referensi atau trik yang membawa manfaat dan informatif untuk teman-teman semua. Sekian dan sampai jumpa.

Bagan