Wajib Tahu! Kenali Tanda Motor Harus Turun Mesin

Mengenali gejala awal motor yang sudah harus turun mesin

Motor Harus Turun Mesin – Merawat kendaraan bermotor tentu menjadi kewajiban bagi semua pemiliknya demi menjaga performa.

Hal itu tentu saja tak bisa dilepaskan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah.

Namun, satu yang perlu Anda tahu bahwa mesin motor tentu memiliki masa pakai. Yang mana, ada saatnya akan mencapai titik dimana motor harus turun mesin.

Motor Harus Turun Mesin

Mengenai soal itu, terkadang sedikit orang yang masih belum tahu tanda motor akan turun mesin. Padahal, ada satu titik dimana kondisi mesin sebenarnya sudah memberikan indikasi bahwa sudah saatnya melakukan turun mesin.

Maka dari itu, terkait soal turun mesin pada sepeda motor ini, Anda harus benar-benar bisa mengenali gejalanya. Supaya, nantinya tidak telat turun mesin.

Terkait hal tersebut, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab sekaligus tanda motor harus turun mesin. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.

Penyebab Motor Turun Mesin

Di bawah ini adalah beberapa aspek penting yang menyebabkan motor cepat turun mesin yang perlu Anda tahu.

Ciri Ciri Motor Pernah Turun Mesin

Sering Telat Ganti Oli

Jelas dan pasti jika Anda sering telah dalam mengganti oli maka motor akan lebih berpotensi cepat mengalami turun mesin.

Ini yang sering terjadi dikalangan pengguna kendaraan roda dua, kebanyakan orang selalu menyepelekan untuk mengganti oli padahal oli sangat berguna sekali untuk melumasi parts-parts dalam mesin.

Bukan tanpa alasan mengingat penggantian oli yang rutin akan membuat performa mesin selalu terjaga. Mengingat peran daripada oli sebagai pelumas pada bagian dalam mesin.

Dimana, oli yang sudah lama tak diganti, tentu kualitasnya akan menurun seiring intensitas penggunaan motor.

Jika kualitasnya menurun namun tak segera diganti maka komponen dalam mesin akan saling bergesekan yang memicu terjadinya aus pada beberapa komponen. Hal ini tentu disebabkan oli tak mampu melumasi dan menjaga suhu dalam mesin sehingga potensi kerusakan pada motor menjadi lebih besar.

Jarang Diservice

Selain itu, faktor lain yang turut mempengaruhi turun mesin pada motor adalah soal perawatan service yang mulai jarang.

Bukan tanpa alasan mengingat service rutin merupakan langkah pengecekan berkala yang tentu sebagai upaya dalam mengontrol kondisi komponen motor sekaligus membersihkan beberapa bagian motor yang perlu dibersihkan.

Bila service saja sudah sangat jarang dilakukan, jelas motor akan mudah mengalami kerusakan. Bahkan, lebih cepat turun mesin meskipun tahun pembuatannya masih baru.

Kondisi seperti ini jelas sudah barang tentu tak bisa disepelekan. Karena, sangat berakibat pada kondisi beberapa komponen pada motor yang mudah mengalami kerusakan. khususnya di sektor permesinannya.

Cairan Pendingin (Radiator) Jarang Diganti

Di sisi lain, tak hanya oli saja, ternyata kondisi coolant seperti cairan pendingin radiator pun juga turut berperan dalam soal performa motor.

Tidak bisa dipungkiri bahwa coolant atau cairan pendingin radiator berperan penting dalam menjaga kesejukan suhu pada sektor mesin yang mengalami panas karena proses kinerjanya.

Bila pendingin jarang diganti atau sudah habis tapi tak pernah diisi maka jelas akan membuat kondisi motor menjadi semakin parah. Apalagi, jika suhu dalam motor sudah sangat tinggi maka sangat berpotensi terjadinya panas berlebih atau overheat.

Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk selalu mengontrol radiator coolant pada motor untuk memastikan bahwa suhu mesin pada motor Anda tetap dalam kondisi yang normal (tidak overheat).

Ciri Motor Harus Turun Mesin

Setelah kita mengelai beberapa faktor penyebabnya, selanjutnya Mas Sena akan mengulas soal tanda atau ciri motor harus turun mesin yang harus Anda ketahui dan kenali.

Ciri Motor Harus Ganti Oli

Sering Mengeluarkan Asap Putih

Pertama, tanda jika motor harus turun mesin bisa dilihat dari adanya gejala keluarnya asap putih dari knalpot secara terus menerus.

Kondisi keluarnya asap putih seperti ini biasanya seringkali terjadi pada motor 4-tak yang mana sebagai akibat dari adanya oli yang ikut terbakar saat terjadi proses pembakaran di ruang mesin.

Bila gejala ini sudah mulai muncul, sebaiknya motor jangan digunakan untuk bepergian jarak jauh dulu. Sempatkan untuk mengecek ke bengkel untuk memastikan kondisi motor.

Karena, tanda seperti itu merupakan indikasi kuat bahwa ada kebocoran di ruang oli mesin yang membuat oli merembes keluar sehingga turut terbakar.

Motor Mulai Susah Dihidupkan

Aki masih normal, kelistrikan baik-baik saja, tapi kenapa motor sulit dihidupkan? Jangan salah sangka, bisa jadi itu merupakan gejala motor sudah waktunya turun mesin.

Memang, motor yang sulit dihidupkan, baik melalui starter elektrik maupun kick starter, biasanya dipicu karena masalah sistem kelistrikan.

Namun, bila diyakini sistem kelistrikan masih baik-baik saja maka bisa jadi sumber masalahnya terletak pada sektor lain dalam rangkaian permesinan.

Salah satu yang sangat mungkin terjadi adalah oli yang mulai naik ke bagian ruang pembakaran yang membuat busi basah karena terkena oli.

Busi yang basah karena oli tersebut tentu akan mempersulit terjadinya proses pembakaran. Buntutnya, motor akan kesulitan untuk dihidupkan.

Jika motor Anda jelas mengalami kondisi seperti ini, sangat disarankan untuk sesegera mungkin turun mesin agar kerusakan tidak melebar dan tambah parah.

Motor Kurang Bertenaga

Gejala lain yang turut serta menjadi indikasi harus turun mesin, tenaga motor biasanya akan mulai berkurang.

Tenaga yang mulai melemah seperti ini umumnya terasa saat akselerasi awal. Dimana, gejalanya motor seperti ngeden atau sedang menarik beban dengan berat.

Jika hal tersebut terjadi, sudah pasti ada masalah pada bagian seher. Sehingga, diperlukan proses turun mesin untuk mengeceknya secara mendalam.

Karena, umumnya gejala seperti ini biasanya diakibatkan dari seher atau ring seher lemah atau blok baret sehingga kompresi motor bocor atau ngempos menjadikan motor tidak bekerja secara maksimal.

Bahan Bakar Mudah Habis (Boros)

Indikasi lain yang cukup bisa dijadikan patokan jika motor Anda harus turun mesin, bisa diketahui dari konsumsi bahan bakarnya.

Biasanya, motor yang sudah waktunya turun mesin, konsumsi bahan bakarnya akan lebih boros ketimbang sebelumnya.

Nah, meski tak bisa menjadi patokan 100% namun kondisi boros bahan bakar pada motor seperti ini tak bisa Anda sepelekan begitu saja.

Karena, sangat berkaitan kuat dengan kondisi daripada mesin motor itu sendiri yang proses pembakarannya sudah tidak sempurna lagi sebagaimana kondisi normal.

Cara Merawat Motor Agar Tidak Turun Mesin

Menilik atas beberapa penyebab sekaligus gejala dini dari motor tersebut, tentunya bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Karena, indikasi motor harus turun mesin tak selalu sama.

Namun, jikalau Anda mengalami kondisi dari salah satu gejala turun mesin pada motor di atas maka besar kemungkinan memang motor Anda sudah waktunya turun mesin.

Oke, demikian tadi ulasan dari Mas Sena mengenai faktor pemicu sekaligus tanda motor harus turun mesin dengan berbagai indikasi yang bisa Anda kenali dan pahami satu-per satu. Semoga bermanfaat dan sampai berjumpa di lain kesempatan.

Bagan